Thursday, August 14, 2014

Resep Balsem Mumifikasi Mesir Jauh Sebelum Firaun

www.LaporanPenelitian.com - Jauh sebelum sang legenda dibaringkan, mayat kuburan kuno 4500 SM sampai 3350 SM di Badari Mesir Hulu merendam linen dalam resin. Praktek pembalseman prasejarah eksperimen awal mumifikasi sebelum periode Pharaoh.

Bungkus mumi direndam dalam campuran resin pinus, ekstrak tanaman aromatik, lilin dan gula digabung menjadi basis minyak nabati atau lemak hewan. Laporan baru mendorong kembali resep awal membuat mumi Mesir 1.500 tahun lebih tua.

Dinasti Firaun memerintah Mesir sekitar 2900 SM sampai 332 SM pemegang paten praktek mumifikasi dari periode Old Kingdom sekitar 2200 SM dan berhenti sampai periode Middle Kingdom sekitar 2000-1600 SM.

Tapi jauh sebelum mereka terbungkus dalam balsem, speri dalam rendam resin dan dikubur dalam peti dekorasi, para pendahulu mereka lebih egaliter telah menggunakan dasar-dasar resep pembalseman yang sama.

Kandungan zat antibakteri dalam proporsi sama ketika keterampilan mencapai puncaknya sekitar 3.000-2500 tahun lalu. Salep multi bahan diangkut 1.000 kilometer dari kuburan bahwa kawasan tersebut telah memiliki jaringan perdagangan luas.

"Saya terkejut orang Mesir prasejarah hidup dalam masyarakat suku 1.000 tahun sebelum temuan tulisan sudah mempraktekkan ilmu empiris yang nantinya menjadi tradisi besar," kata Jana Jones, arkeolog Macquarie University di Sydney.

"Kebijaksanaan umum mumifikasi royalti periode Firaun kemudian disaring ke massa. Kini setiap buku tentang mumifikasi harus mengambil hal baru bahwa mumifikasi tidak tiba-tiba terjadi di era piramida," kata Jones.

Pemakaman Badari terdiri dari kelompok pemakaman kecil berjumlah 600 kuburan. Beberapa kuburan berisi makanan, tembikar, kerang, manik-manik dan bahkan hewan peliharaan. Ada beberapa hirarki sosial sebagai masyarakat egaliter.

"Mayat-mayat diletakkan di tikar, ditutupi kain kafan dan kadang-kadang kulit hewan dengan lapisan anyaman," kata Jones.
Evidence for Prehistoric Origins of Egyptian Mummification in Late Neolithic Burials

Jana Jones1 et al.
  1. Department of Ancient History, Faculty of Arts, Macquarie University, Sydney, New South Wales, Australia
PLoS ONE, August 13, 2014

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0103608

Gambar: Jana Jones et al.
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment