Langsung ke konten utama

Sekuen Genom Mini Kutu Antartika Belgica Antarctica

Laporan Penelitian - Kutu kecil Antartika memiliki genom kecil. Belgica Antarctica satu-satunya serangga aendemik benua selatan mengejutkan dengan genom luar biasa ramping. Mahkluk kecil elegan yang bertahan dalam lanskap bermusuhan.

Sebagai bug bersayap, Belgica Antarctica, sangat sulit menghabiskan 2 tahun tahap larva membeku dalam es Antartika sebelum muncul membanggakan selama 10 hari untuk kawin dan bertelur di permukaan dan akhirnya mati.

Midge bertahan pada operasi beku, dehidrasi, ledakan intens radiasi ultraviolet Matahari dan mentolerir kehilangan hingga 70 persen air dalam sel tubuh. Anda tidak akan bertahan kehilangan lebih dari 20 persen air.

Para ilmuwan telah mengamati hubungan kondisi ekstrim dan genom besar yang tercermin adaptasi evolusi. Tapi sekuen genom B. Antarctica hanya 99 juta base pairs dibandingkan 105 juta untuk kutu badan atau 3,2 miliar bagi manusia.

"Sangat kecil. Ini kejutan besar," kata Joanna Kelley, genetikawan Washington State University.

Midge sangat rendah DNA sampah seperti yang dimiliki serangga dan hewan lain. Tetapi B. Antarctica memiliki jumlah yang sama gen fungsional untuk sebagian besar lalat sekitar 13.500.

Adaptasi di lingkungan keras, midge tidak memiliki banyak gen terkait proses perkembangan, metabolisme dan respon sensitif rangsangan eksternal. Mereka makan bakteri, alga dan limbah kaya nitrogen yang diproduksi penguin dan tidak memiliki predator.
Compact genome of the Antarctic midge is likely an adaptation to an extreme environment

Joanna L. Kelley1,2 et al.
  1. Department of Genetics, Stanford University, 300 Pasteur Drive, Stanford, California 94305, USA
  2. School of Biological Sciences, Washington State University, 100 Dairy Road, Pullman, Washington 99164, USA
Nature Communications, 12 August 2014

Akses : DOI:10.1038/ncomms5611

Gambar: Joanna L. Kelley et al., DOI:10.1038/ncomms5611

Komentar

Popular

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…