Tuesday, August 12, 2014

Laser Lacak Bahan Kimia Peledak Sejauh 1 Kilometer

www.LaporanPenelitian.com - Laser probe bahan peledak dari jauh, sebuah tim mengembangkan cara baru untuk mengidentifikasi bubuk berbahaya lebih dari 4 kali lapangan sepak bola hanya dengan menyorot sinar laser di atasnya.

Aplikasi baru suatu hari membangun alat ampuh bagi militer untuk mendeteksi bahan peledak dari kejauhan atau polisi anti teror mencium aroma teroris dan bahkan bagi para astronom untuk menyelidiki kehidupan alien.

Pendekatan baru yang belum pernah terlihat sebelumnya. Teknologi memanfaatkan fenomena mapan hamburan Raman. Ketika cahaya bersinar pada senyawa, molekul kompleks menghamburkan sebagian kecil foton dan mengubah tingkat energi.

Pergeseran energi mengubah frekuensi cahaya yang berbeda untuk setiap senyawa. Dengan spektrometer frekuensi cahaya, para ilmuwan dapat mengamati pergeseran ini dan mengidentifikasi materi kimia yang bersangkutan.

Masalahnya hamburan Raman hanya menghasilkan sinyal sangat lemah pada sekitar 1 dari setiap 10 triliun foton yang memasuki kompleks tersebar. Jadi untuk membuat Raman spektroskopi bekerja pada target jauh perlu laser sangat kuat agar sinyal terdeteksi kembali.

"Semua cara konvensional mencoba melakukan penginderaan kimia terpencil pada dasarnya gagal pada jarak di luar 50 meter atau lebih," kata Vladislav Yakovlev, fisikawan Texas A&M University di College Station.

Untuk meningkatkan sinyal, Yakovlev dan mengubah perangkap laser. Ketika partikel bergerak menyebarkan foton. Di ambang kritis intensitas cahaya yang masuk, sinyal eksponensial diperkuat dan sinar laser mencetak dengan tanda tangan kimia dari segala arah.

Tim Yakovlev didanai oleh US Air Force dan dilakukan di fasilitas San Antonio, Texas. Tapi mereka menolak membahas apakah Angkatan Udara AS memiliki rencana mengembangkan temuan. Yakovlev mengatakan temuannya juga memiliki implikasi praktis non-militer.




Single-shot stand-off chemical identification of powders using random Raman lasing

Brett H. Hokr1 et al.
  1. Texas A&M University, College Station, TX 77843
Proceedings of the National Academy of Sciences, August 11, 2014

Akses : DOI:10.1073/pnas.1412535111

Gambar dan video: Brett Hokr
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment