Skip to main content

Persamaan Matematika Memprediksi Kebahagian

Laporan Penelitian - Sebuah formula memprediksi kebahagiaan. Kebahagiaan lebih dari 18.000 orang di seluruh dunia diprediksi persamaan matematika bahwa kebahagiaan peristiwa demi peristiwa mencerminkan bukan hanya seberapa baik, tetapi juga apakah sesuai harapan.

Persamaan secara akurat memprediksi persis bagaimana orang-orang bahagia dari waktu ke waktu berdasarkan peristiwa-peristiwa. Laporan baru menyelidiki hubungan antara kebahagiaan dengan penghargaan dan proses saraf yang menimbulkan perasaan penting pengalaman sadar.

Sebuah tim menemukan keseluruhan akumulasi bukanlah prediktor baik atas kebahagiaan. Sebaliknya, saat demi saat kebahagiaan tergantung pada sejarah imbalan dan harapan yang tergantung pada apakah sebuah pilihan yang tersedia menyebabkan hasil baik atau buruk.

"Kami berharap melihat rewards mempengaruhi peristiwa demi peristiwa, tetapi terkejut menemukan betapa pentingnya harapan dalam menentukan kebahagiaan," kata Robb Rutledge, neurosaintis University College London.

Pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana suasana hati ditentukan oleh peristiwa kehidupan dan keadaan serta bagaimana perberbedaan pada orang yang menderita gangguan mood dapat mengarah pada terapi yang lebih efektif.

Kebahagiaan yang berubah dari waktu ke waktu juga bisa membantu pemerintah ketika menggunakan langkah-langkah kesejahteraan populasi untuk menginformasikan kebijakan berdasarkan dari wawasan kuantitatif.

Rutledge dan rekan membangun model komputasi di mana kebahagiaan diuji pada 18.420 responden dalam game ‘What makes me happy?’ dengan aplikasi smartphone yang dikembangkan di UCL disebut ‘The Great Brain Experiment’.

"Sangat menyenangkan data populasi besar dan beragam menggunakan aplikasi smartphone menunjukkan persamaan kebahagiaan yang sama berlaku untuk ribuan orang di seluruh dunia," kata Rutledge.
A computational and neural model of momentary subjective well-being

Robb B. Rutledge1,2 et al.
  1. Wellcome Trust Centre for Neuroimaging, University College London, London WC1N 3BG, United Kingdom
  2. Max Planck University College London Centre for Computational Psychiatry and Ageing Research, London WC1B 5EH, United Kingdom
Proceedings of the National Academy of Sciences, August 4, 2014

Akses : DOI:10.1073/pnas.1407535111

Gambar: Robb B. Rutledge et al., DOI:10.1073/pnas.1407535111

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…