Monday, August 11, 2014

Persamaan Matematika Memprediksi Kebahagian

Laporan Penelitian - Sebuah formula memprediksi kebahagiaan. Kebahagiaan lebih dari 18.000 orang di seluruh dunia diprediksi persamaan matematika bahwa kebahagiaan peristiwa demi peristiwa mencerminkan bukan hanya seberapa baik, tetapi juga apakah sesuai harapan.

Persamaan secara akurat memprediksi persis bagaimana orang-orang bahagia dari waktu ke waktu berdasarkan peristiwa-peristiwa. Laporan baru menyelidiki hubungan antara kebahagiaan dengan penghargaan dan proses saraf yang menimbulkan perasaan penting pengalaman sadar.

Sebuah tim menemukan keseluruhan akumulasi bukanlah prediktor baik atas kebahagiaan. Sebaliknya, saat demi saat kebahagiaan tergantung pada sejarah imbalan dan harapan yang tergantung pada apakah sebuah pilihan yang tersedia menyebabkan hasil baik atau buruk.

"Kami berharap melihat rewards mempengaruhi peristiwa demi peristiwa, tetapi terkejut menemukan betapa pentingnya harapan dalam menentukan kebahagiaan," kata Robb Rutledge, neurosaintis University College London.

Pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana suasana hati ditentukan oleh peristiwa kehidupan dan keadaan serta bagaimana perberbedaan pada orang yang menderita gangguan mood dapat mengarah pada terapi yang lebih efektif.

Kebahagiaan yang berubah dari waktu ke waktu juga bisa membantu pemerintah ketika menggunakan langkah-langkah kesejahteraan populasi untuk menginformasikan kebijakan berdasarkan dari wawasan kuantitatif.

Rutledge dan rekan membangun model komputasi di mana kebahagiaan diuji pada 18.420 responden dalam game ‘What makes me happy?’ dengan aplikasi smartphone yang dikembangkan di UCL disebut ‘The Great Brain Experiment’.

"Sangat menyenangkan data populasi besar dan beragam menggunakan aplikasi smartphone menunjukkan persamaan kebahagiaan yang sama berlaku untuk ribuan orang di seluruh dunia," kata Rutledge.
A computational and neural model of momentary subjective well-being

Robb B. Rutledge1,2 et al.
  1. Wellcome Trust Centre for Neuroimaging, University College London, London WC1N 3BG, United Kingdom
  2. Max Planck University College London Centre for Computational Psychiatry and Ageing Research, London WC1B 5EH, United Kingdom
Proceedings of the National Academy of Sciences, August 4, 2014

Akses : DOI:10.1073/pnas.1407535111

Gambar: Robb B. Rutledge et al., DOI:10.1073/pnas.1407535111
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment