Saturday, August 9, 2014

Hiu Mendesain Mata Menangkap Foton Twilight Zone

www.LaporanPenelitian.com - Jauh di twilight zone laut, hiu mengevolusi fitur mata untuk memaksimalkan jumlah cahaya. Nuansa di kedalaman laut 200-1.000 meter cahaya sangat tipis. Tapi predator mengembangkan banyak strategi coping.

Struktur mata unik membantu hiu mesopelagic menangkap foton bioluminescence di zona senja. Pemetaan rinci struktur mata memiliki kepadatan batang lebih tinggi, hanya panjang gelombang lebih pendek di ujung spektrum biru mencapai jauh di bawah.

"Hewan-hewan menakjubkan tidak dipahami dengan baik, mata mereka memberi wawasan bagaimana hiu mencari nafkah," kata Julian Partridge, biolog University of Western Australia.

Bentuk, struktur dan pola sel retina mata 4 spesies hiu lentera Etmopterus lucifer, Etmopterus splendidus, Etmopterus spinax, Trigonognathus kabeyai dan 1 spesies kitefin yaitu Squaliolus aliae dirancang untuk menangkap cahaya sebanyak mungkin.

Bioluminescence muncul hanya sebagai flash singkat. Kemampuan dekteksi rincian dalam gerakan cepat memberitahu hiu apakah calon pasangan, mangsa atau pemangsa. Kepadatan dan distribusi sel-sel ganglion mengirimkan informasi dari fotoreseptor ke otak dengan resolusi baik.

Selain itu struktur tembus di atas mata digunakan hiu untuk penyeimbang emisi cahaya mereka sendiri dalam kamuflase terhadap cahaya yang datang dari atas. Tekanan selektif membuat banyak hewan menyamarkan siluet dengan menempatkan warna terang di perut.

"Jika Anda hewan laut di mana masih ada beberapa cahaya, Anda dapat melihat ke atas dalam corak siluet yang kemudian mungkin menjadi makan siang," kata Partridge.
Photon Hunting in the Twilight Zone: Visual Features of Mesopelagic Bioluminescent Sharks

Julien M. Claes1 et al.
  1. Laboratoire de Biologie Marine, Earth and Life Institute, Université catholique de Louvain, Louvain-la-Neuve, Belgium
PLoS ONE, August 6, 2014

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0104213

Gambar atas: J. Mallefet/FNRS/UCL
Gambar bawah: J.M. Claes et al., DOI:10.1371/journal.pone.0104213
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment