Thursday, August 7, 2014

Sperma Pembunuh Mencabik Ovarium Caenorhabditis

www.LaporanPenelitian.com - Sperma nematoda senjata perang cinta. Ketika cacing bercampur darah, gamet jantan steril atau bahkan membunuhnya. Nematoda berhubungan seks dengan spesies yang salah, maka sperma menjadi senjata evolusioner.

Berhubungan seksual dengan beda spesies berakibat fatal. Laki-laki kompetitif yang memendam seksual begitu agresif akhirnya membunuh mitra penerima. Strategi terburuk kopling mahkluk kecil cacing tanpa mata dari genus Caenorhabditis.

Seks fatal. Ketika 2 jenis nematoda kawin silang, sperma satu steril atau push sperma jatuh di luar wadah normal kemudian mencabik ovarium dan saluran reproduksi pasangan yang malang, bahkan tongkang di kepala. Kecuali para waria.

Contoh pertama sperma yang menyebabkan kerusakan fisik ke spesies lain. Ketika kawin, sperma Caenorhabditis nigoni masuk ke rongga tubuh Caenorhabditis briggsae. Sperma mengkoyak rahim dan menyebabkan kerusakan parah jaringan.

"Kedua spesies saudara dekat evolusi, namun ketika mereka kawin sangat nakal," kata Eric Haag, biolog University of Maryland di College Park.

Laki-laki dari spesies berbeda selalu berbahaya, tetapi tidak bagi hermaprodit, mungkin karena mereka tidak harus berurusan dengan sperma. Sedangkan pada spesies yang secara teratur kawin, perempuan harus mengevolusi saluran reproduksi untuk mengatasi sperma.

"Seiring waktu hermafrodit menjadi sangat rentan terhadap pertemuan dengan kerabat yang masih melakukannya dengan cara lama," kata Haag.

Belum ada contoh lain di mana sperma melakukan kerusakan. Temuan baru membantu menjelaskan mengapa beberapa spesies tetap terpisah. Menghukum perkawinan lintas spesies menjadi cara evolusioner menjaga eksistensi.
Intense Sperm-Mediated Sexual Conflict Promotes Reproductive Isolation in Caenorhabditis Nematodes

Janice J. Ting1, Gemma Leung1, Na-Ra Shin1, Asher D. Cutter1, Gavin C. Woodruff2, Eric S. Haag2
  1. Department of Ecology and Evolutionary Biology, University of Toronto, Toronto, Ontario, Canada
  2. Department of Biology, University of Maryland, College Park, Maryland, United States of America
PLoS Biology, July 29, 2014

Akses : DOI:10.1371/journal.pbio.1001915

Gambar: Gavin Woodruff
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment