Wednesday, July 30, 2014

The Quantum Cheshire Cat, Kucing Interferometri Neutron

www.LaporanPenelitian.com - The Quantum Cheshire Cat adalah hantu superposisi apakah neutron berada di tempat yang berbeda dari spin mereka sendiri? Sebuah observasi eksperimen kuantum atas jenis baru paradoks dunia kuantum.

The Cheshire Cat novel Lewis Caroll "Alice in Wonderland" adalah makhluk luar biasa. Menghilang dan meninggalkan senyum di belakang. Berbagai dunia kuantum eksotis seperti neutron di sepanjang jalan yang berbeda dari satu sifat dalam momen magnetik.

Kitab fisika kuantum bahwa partikel eksis di teritori berbeda pada waktu yang sama. Jika sinar neutron dibagi menjadi 2 berkas menggunakan kristal silikon maka neutron individu tidak harus memutus 2 jalur yang mungkin dipilih tapi melakukan perjalanan dalam superposisi.

"Teknik eksperimental disebut interferometri neutron. Ini diciptakan di sini di lembaga kami pada tahun 1970 dan menjadi alat sempurna untuk menyelidiki mekanika kuantum fundamental," kata Yuji Hasegawa, fisikawan Vienna University of Technology.

Sekarang Hasegawa dan tim menggunakan sumber neutron Institut Laue-Langevin (ILL) di Grenoble. Neutron tidak bermuatan listrik, tetapi membawa momen magnetik dan memiliki arah, spin neutron yang dapat dipengaruhi oleh medan magnet eksternal.

Hal-hal menjadi rumit bila sistem digunakan untuk mengukur di mana spin neutron berada. Spin dapat sedikit berubah menggunakan medan magnet. Ketika dua beam digabungkan dengan tepat dapat memperkuat atau membatalkan satu sama lain.

"Ketika sistem kuantum memiliki properti, Anda ingin mengukur dan properti lain yang membuat sistem rentan distrosi, kedua dapat dipisahkan menggunakan Quantum Cheshire Cat dan mungkin gangguan diminimalkan," kata Stephan Sponar, teknolog Chapman University, California.
Observation of a quantum Cheshire Cat in a matter-wave interferometer experiment

Tobias Denkmayr1 et al.
  1. Atominstitut, Vienna University of Technology, Stadionallee 2, 1020 Vienna, Austria
Nature Communications, 29 July 2014

Akses : DOI:10.1038/ncomms5492
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment