Skip to main content

Tes Kausalitas Gagak Kaledonia Baru Corvus moneduloides

www.LaporanPenelitian.com - Gagak lulus tes anak-anak manusia 7-10 tahun dengan tugas-tugas kausalitas perpindahan air. Gagak New Caledonian sangat cerdik dalam dongeng Aesop memiliki kemampuan penalaran cukup menjatuhkan batu ke kendil air agar camilan mengambang.

Laporan baru modifikasi pemecahan lebih kompleks dari laporan sebelumnya. Tes "U-tube" dengan tugas plopping batu untuk meningkatkan permukaan air di tempat lain. Paruh tidak cukup kuat untuk menjatuhkan semua pitcher, Gagak Kaledonia Baru (Corvus moneduloides) menurunkan kerikil satu per satu.

Kecerdikan salah satu kunci sukses di alam bahwa kemampuan kognitif sering lebih efektif daripada kekerasan. Satu ciri khas gagak sebagai pemecah masalah. Kecakapan intelektual gagak lebih sebagai fakta dari fiksi dalam tes kognisi kausal paradigma perpindahan air.

"Kami menunjukkan gagak membedakan volume air berbeda dan mereka lulus tes untuk anak-anak 7 sampai 10 tahun," kata Corina Logan, kognisian University of California Santa Barbara.




Modifications to the Aesop's Fable Paradigm Change New Caledonian Crow Performances

Corina J. Logan1 et al.
  1. SAGE Center for the Study of the Mind, Department of Psychological and Brain Sciences, University of California Santa Barbara, Santa Barbara, California, United States of America
PLoS ONE, July 23, 2014

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0103049

Gambar: Jolyon Troscianko
Video: Corina J. Logan et al., DOI:10.1371/journal.pone.0103049

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…