Wednesday, July 23, 2014

Komet ISON Runtuh Lebih Awal Dari Rencana Takdir

LaporanPenelitian.com - Komet 2012/S1 atau ISON runtuh lebih awal dari realisasi, ditakdirkan hancur terpanggang sejam sebelum perihelion tahun lalu, terbang menuju Matahari. Komet ISON sudah sekarat sedikitnya 8 jam sebelum pendekatan terdekat dengan Matahari.

Wahana SOHO melihat ekor dan gambar sebelumnya mungkin sisa-sisa rekah fatal disebabkan panas Matahari yang hebat. Data SOHO mengungkap saat-saat terakhir komet hancur selama kunjungan pertama dan satu-satunya komet dari ruang terjauh di Tata Surya.

Sampai hari ini para astronom tidak yakin persis kapan atau bagaimana komet bertemu ujung suratan takdir. Karena ISON begitu dekat dengan Matahari, sebagian besar teleskop tidak bisa melihat. Teleskop Surya SOHO salah satu dari beberapa instrumen yang mampu menonton komet selama terjun akhir.

Werner Curdt, astronom Max Planck Institute for Solar System Research di Göttingen, Jerman, dan rekan menperoleh spektrum ultraviolet lengkap yang menunjukkan sisa-sisa final core komet bernyali tertatih menyeret ekor debu.

Ketika komet mencapai Matahari, ekor memisahkan diri dari core yang menjelaskan bahwa ISON sudah menjadi mantan komet. Para ilmuwan menyimpulkan core pecah 1 jam sebelumnya berdasarkan tiupan terakhir debu diluncurkan dari permukaan.
Scattered Lyman-α radiation of comet 2012/S1 (ISON) observed by SUMER/SOHO

W. Curdt1, H. Boehnhardt1, J.-B. Vincent1, S. K. Solanki1, U. Schühle1 and L. Teriaca1
  1. Max Planck Institute for Solar System Research, Justus-von-Liebig-Weg 3, 37077 Göttingen, Germany
Astronomy & Astrophysics, 04 July 2014

Akses : DOI:10.1051/0004-6361/201423990
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment