Skip to main content

Komet ISON Runtuh Lebih Awal Dari Rencana Takdir

LaporanPenelitian.com - Komet 2012/S1 atau ISON runtuh lebih awal dari realisasi, ditakdirkan hancur terpanggang sejam sebelum perihelion tahun lalu, terbang menuju Matahari. Komet ISON sudah sekarat sedikitnya 8 jam sebelum pendekatan terdekat dengan Matahari.

Wahana SOHO melihat ekor dan gambar sebelumnya mungkin sisa-sisa rekah fatal disebabkan panas Matahari yang hebat. Data SOHO mengungkap saat-saat terakhir komet hancur selama kunjungan pertama dan satu-satunya komet dari ruang terjauh di Tata Surya.

Sampai hari ini para astronom tidak yakin persis kapan atau bagaimana komet bertemu ujung suratan takdir. Karena ISON begitu dekat dengan Matahari, sebagian besar teleskop tidak bisa melihat. Teleskop Surya SOHO salah satu dari beberapa instrumen yang mampu menonton komet selama terjun akhir.

Werner Curdt, astronom Max Planck Institute for Solar System Research di Göttingen, Jerman, dan rekan menperoleh spektrum ultraviolet lengkap yang menunjukkan sisa-sisa final core komet bernyali tertatih menyeret ekor debu.

Ketika komet mencapai Matahari, ekor memisahkan diri dari core yang menjelaskan bahwa ISON sudah menjadi mantan komet. Para ilmuwan menyimpulkan core pecah 1 jam sebelumnya berdasarkan tiupan terakhir debu diluncurkan dari permukaan.
Scattered Lyman-α radiation of comet 2012/S1 (ISON) observed by SUMER/SOHO

W. Curdt1, H. Boehnhardt1, J.-B. Vincent1, S. K. Solanki1, U. Schühle1 and L. Teriaca1
  1. Max Planck Institute for Solar System Research, Justus-von-Liebig-Weg 3, 37077 Göttingen, Germany
Astronomy & Astrophysics, 04 July 2014

Akses : DOI:10.1051/0004-6361/201423990

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…