Monday, July 21, 2014

Sekuen Genom Monyet Marmoset Callithrix jacchus

www.LaporanPenelitian.com - Sebuah tim internasional menyelesaikan sekuen genom pertama kali monyet Dunia Baru. Marmoset Umum memberi informasi baru tentang sistem reproduksi, fisiologi dan pertumbuhan yang mencurahkan landasan biologi dan evolusi primata.

Pertama kalinya sekuen genom primata non-manusia dari monyet Dunia Baru dalam cabang terpisah pohon evolusi primata lebih jauh dibandingkan semua genom yang telah dipelajari secara rinci sebelumnya. Marmoset Umum (Callithrix jacchus) membuka wawasan baru.

"Kami mempelajari genom primata untuk mendapatkan pemahaman lebih baik tentang biologi spesies dengan kekerabatan manusia," kata Jeffrey Rogers dari Human Genome Sequencing Center di Baylor College of Medicine, Houston.

"Sekuen sebelumnya dari kera besar yang sangat erat terkait dengan manusia di pohon evolusi primata telah memberikan informasi baru yang luar biasa tentang asal-usul evolusi dari genom manusia dan proses yang terlibat," kata Rogers.

Karakteristik genetik unik termasuk beberapa gen yang bertanggung jawab atas reproduksi kelahiran kembar. Marmoset konsisten melahirkan anak kembar tanpa asosiasi masalah medis. Gen WFIKKN1 menunjukkan perubahan yang berhubungan dengan kembaran di marmoset.

Si kembar dizigot bertukar sel induk darah hematopoietik dalam rahim yang menyebabkan chimerism, organisme tunggal terdiri dari sel genetika berbeda. Si kembar saudara penuh, tetapi sampel darah membawa 10-50 persen DNA saudara.

"Biasanya, kembar fraternal tidak berbagi DNA yang sama dengan cara ini, chimerism dapat menyebabkan masalah medis tetapi tidak dalam marmoset," kata Rogers.
The common marmoset genome provides insight into primate biology and evolution

Kim C Worley 1,2 et al.
  1. Human Genome Sequencing Center, Baylor College of Medicine, Houston, Texas, USA.
  2. Department of Molecular and Human Genetics, Baylor College of Medicine, Houston, Texas, USA.
Nature Genetics, 20 July 2014

Akses : DOI:10.1038/ng.3042

Gambar: Tiago Falótico via EOL
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment