Friday, July 18, 2014

Nenek Moyang Makan Teki Ungu Melawan Sakit Gigi

Laporan Penelitian - Penduduk awal mungkin makan gulma untuk melawan rongga gigi. Selama ribuan tahun, orang di Sudan tengah makan Rumput Teki. Hari ini kita menyiram herbisida untuk gulma, tetapi bagi manusia kuno tanaman ini karbohidrat pokok dan sial gigi.

Antropologi sakit gigi mendapat konteks sebuah wahyu berupa gizi setelah tim peneliti menganalisis kimia kalsifikasi derita plak gigi berlubang kuno dari kerangka di sebuah kuburan multi-periode yang digunakan untuk setidaknya 7.000 tahun.

Rentang waktu penting karena periode pra-pertanian ketika manusia berpindah profesi dari pemburu dan pengumpul ke fajar pertanian. Nenek moyang mungkin telah membuktikan Teki Ungu (Cyperus rotundus) dan hari ini umumnya dikenal sebagai rumput kacang dengan sifat obat.

Tanaman melawan bakteri Streptococcus mutans penyebab kerusakan gigi. Karen Hardy, arkeolog Universitat Autònoma de Barcelona di Spain, dan rekan mendapati kerangka di Sudan tengah memiliki jumlah gigi berlubang tiba-tiba rendah.

"Kami tidak tahu banyak. Ini pekerjaan yang sangat baru. Tapi kami berharap para biolog mengembangkan sehingga dapat memiliki gagasan lebih baik apakah teori ini benar," kata Hardy.

"Tanpa pertanyaan, Teki Ungu adalah temuan mengejutkan dan menarik. Hari ini kita menggunakan ini sebagai pakan ternak," kata Hardy.

Ketika Anda sakit gigi kambuh deritanya luar biasa bagai kiamat. Bahkan jika kita tidak kembali mengunyah Teki Ungu, laporan baru memberi pergeseran dalam pemahaman antropolog orang-orang pra-pertanian.

Lebih jauh bahwa dari paleolitik pemakan daging menginspirasi rencana diet modern. Nenek moyang mungkin telah menghargai dan memahami tanaman jauh sebelum mereka tahu bagaimana cara untuk membudidayakannya.
Dental Calculus Reveals Unique Insights into Food Items, Cooking and Plant Processing in Prehistoric Central Sudan

Stephen Buckley1 et al.
  1. BioArCh, University of York, York, United Kingdom
PLoS ONE, July 16, 2014

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0100808

Gambar 1: Donatella Usai/Centro Studi Sudanesi dan Sub-Sahariani
Gambar 2: Luigi Rignanese via EOL
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment