Skip to main content

Media Komunikasi Aroma Tubuh Gorilla gorilla gorilla

www.LaporanPenelitian.com - Bau badan busuk Gorilla pemimpin mungkin mencoba untuk mengatakan sesuatu, hewan menggunakan aroma sebagai tanda-tanda sederhana hal-hal seperti "Aku takut" atau "Aku stres" mencapai tingkat komunikasi lebih kompleks.

Kembali lebih dari 50 tahun lalu, George Schaller, konservasioni yang sekarang menjadi wakil presiden Panthera, mencatat aroma gorila pemimpin kelompok liar laki-laki atau silverback tidak konstan. Pada beberapa hari Schaller mudah mencium silverback tersebut, tapi pada hari lain tidak bau.

Sekarang Michelle Klailova, psikolog University of Stirling di UK, dan rekan mencari tahu komunikasi media aroma pada Gorila Dataran Rendah Barat (Gorilla gorilla gorilla) liar di Bai Hokou Primate Habituation Camp, Republik Afrika Tengah.

Pada tahun sampel 2007, silverback juga berisi 3 perempuan dewasa, 2 anak-anak, 1 blackback (laki-laki dewasa), 4 remaja dan 2 bayi ditambah 1 bayi yang lahir pada akhir tahun. Selama tahun itu, Klailova mencatat aroma silverback didasarkan pada skala manusia.

Aroma silverback muncul dalam 4 situasi berbeda: ketika ia membuat suara tertekan atau marah, ketika kelompok ditemui kelompok gorila lain, ketika ibu dari bayi termuda jauh dari kelompok dan ketika silverback membuat sinyal panggilan panjang.

"Bau silverback muncul sebagai bentuk modifikasi komunikasi sesuai konteks, mekanisme yang sangat fleksibel tergantung sinyal kepada anggota kelompok dan unit extragroup," kata Klailova et al.

Jenis komunikasi mungkin penting di mana laki-laki pemimpin kehilangan jejak anggota kelompok. Tugas pemimpin melindungi gorila lain, ibu dari bayi muda dalam kelompok sangat beresiko karena laki-laki pesaing mungkin mencoba merayu untuk pergi atau bahkan membunuh bayi.
Wild Western Lowland Gorillas Signal Selectively Using Odor

Michelle Klailova1,2,3, Phyllis C. Lee1 et al.
  1. Division of Psychology, Behaviour, Evolution and Research Group, School of Natural Sciences, University of Stirling, Stirling, United Kingdom
  2. Departamento de Antropologia, Centro de Administração e Politicas Públicas, Instituto Superior de Ciências Sociais e Políticas, Universidade de Lisboa, Lisboa, Portugal
  3. Wildlife Conservation Research Unit, Department of Zoology, University of Oxford, The Recanati-Kaplan Centre, Tubney, United Kingdom
PLoS ONE, July 9, 2014

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0099554

Gambar: James Hopkirk via EOL

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…