Wednesday, July 16, 2014

Media Komunikasi Aroma Tubuh Gorilla gorilla gorilla

www.LaporanPenelitian.com - Bau badan busuk Gorilla pemimpin mungkin mencoba untuk mengatakan sesuatu, hewan menggunakan aroma sebagai tanda-tanda sederhana hal-hal seperti "Aku takut" atau "Aku stres" mencapai tingkat komunikasi lebih kompleks.

Kembali lebih dari 50 tahun lalu, George Schaller, konservasioni yang sekarang menjadi wakil presiden Panthera, mencatat aroma gorila pemimpin kelompok liar laki-laki atau silverback tidak konstan. Pada beberapa hari Schaller mudah mencium silverback tersebut, tapi pada hari lain tidak bau.

Sekarang Michelle Klailova, psikolog University of Stirling di UK, dan rekan mencari tahu komunikasi media aroma pada Gorila Dataran Rendah Barat (Gorilla gorilla gorilla) liar di Bai Hokou Primate Habituation Camp, Republik Afrika Tengah.

Pada tahun sampel 2007, silverback juga berisi 3 perempuan dewasa, 2 anak-anak, 1 blackback (laki-laki dewasa), 4 remaja dan 2 bayi ditambah 1 bayi yang lahir pada akhir tahun. Selama tahun itu, Klailova mencatat aroma silverback didasarkan pada skala manusia.

Aroma silverback muncul dalam 4 situasi berbeda: ketika ia membuat suara tertekan atau marah, ketika kelompok ditemui kelompok gorila lain, ketika ibu dari bayi termuda jauh dari kelompok dan ketika silverback membuat sinyal panggilan panjang.

"Bau silverback muncul sebagai bentuk modifikasi komunikasi sesuai konteks, mekanisme yang sangat fleksibel tergantung sinyal kepada anggota kelompok dan unit extragroup," kata Klailova et al.

Jenis komunikasi mungkin penting di mana laki-laki pemimpin kehilangan jejak anggota kelompok. Tugas pemimpin melindungi gorila lain, ibu dari bayi muda dalam kelompok sangat beresiko karena laki-laki pesaing mungkin mencoba merayu untuk pergi atau bahkan membunuh bayi.
Wild Western Lowland Gorillas Signal Selectively Using Odor

Michelle Klailova1,2,3, Phyllis C. Lee1 et al.
  1. Division of Psychology, Behaviour, Evolution and Research Group, School of Natural Sciences, University of Stirling, Stirling, United Kingdom
  2. Departamento de Antropologia, Centro de Administração e Politicas Públicas, Instituto Superior de Ciências Sociais e Políticas, Universidade de Lisboa, Lisboa, Portugal
  3. Wildlife Conservation Research Unit, Department of Zoology, University of Oxford, The Recanati-Kaplan Centre, Tubney, United Kingdom
PLoS ONE, July 9, 2014

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0099554

Gambar: James Hopkirk via EOL
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment