Skip to main content

Satelit Lacak Distribusi Beruang Kutub Ursus maritimus

Laporan Penelitian - Citra satelit resolusi tinggi sangat menjanjikan untuk melacak distribusi dan kelimpahan satwa di alam. Pengembangan teknik baru pemantauan satwa liar menjadi prioritas atas dampak perubahan iklim akut, keterpencilan dan kendala logistik.

Sebuah tim memeriksa satelit ruang di Rowley Island, Foxe Basin, Kanada, dalam kepadatan tinggi beruang kutub selama bebas es musim panas. Beruang kutub (Ursus maritimus) dibedakan dari bintik-bintik berwarna terang lainnya dengan membandingkan gambar yang dikumpulkan pada tanggal berbeda.

Tim peneliti kemudian menggunakan helikopter survei untuk menilai seberapa akurat membedakan beruang kutub dari benda-benda lain dengan ukuran dan warna yang sama. Survei udara mendapatkan perkiraan populasi kedua beruang di Rowley Island.

"Perkiraan sekitar 90 beruang berdasarkan citra satelit mirip dengan perkiraan kelimpahan 100 beruang yang dibuat dari survei udara beberapa hari sebelumnya," kata Seth Stapleton dari U.S. Geological Survey dan rekan.

Observasi perangkat orbit ruang sebagai alat untuk memantau beruang kutub di darat berpotensi diterapkan bagi satwa liar lainnya. Perkembangan lebih lanjut deteksi otomatis dan pengujian di berbagai lanskap memberi informasi tentang manfaat untuk aplikasi skala besar teknologi.
Polar Bears from Space: Assessing Satellite Imagery as a Tool to Track Arctic Wildlife

Seth Stapleton1 et al.
  1. United States Geological Survey, Alaska Science Center, Anchorage, Alaska, United States of America
PLoS ONE, July 9, 2014

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0101513

Gambar 1: Pablo Clemente-Colon via EOL
Gambar 2: Seth Stapleton et al., DOI:10.1371/journal.pone.0101513

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…