Langsung ke konten utama

Pemakan Daging Sumbang Gas Rumah Kaca 2 Kali

LaporanPenelitian.com - Pemakan daging menyumbang emisi gas rumah kaca 2 kali lebih tinggi dibanding vegan. Orang-orang yang diet daging menghasilkan lipat jumlah emisi gas rumah kaca, laporan baru di Climatic Change.

Semua hal dari produksi, mengangkut, menyimpan, memasak dan bahkan membuang-buang makanan berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca dan produk daging memiliki emisi lebih tinggi karena metana dilepaskan dari sistem pencernaan hewan.

Orang yang mengkonsumsi 50-99 gram daging setiap hari berkontribusi 5,63 kilogram karbon dioksida per hari ke atmosfer, sedangkan vegan hanya berkontribusi 2,89 kilogram.

Vegan memiliki emisi gas rumah kaca terendah yang diikuti vegetarian murni dan kemudian orang-orang yang makan ikan. Sekarang pemangku kebijakan bisa merevisi rekomendasi mereka tentang "diet sehat berkelanjutan".
Dietary greenhouse gas emissions of meat-eaters, fish-eaters, vegetarians and vegans in the UK

Peter Scarborough1 et al.
  1. British Heart Foundation Centre on Population Approaches for Non-Communicable Disease Prevention, Nuffield Department of Population Health, University of Oxford, Old Road Campus, Headington, Oxford, OX3 7LF, UK
Climatic Change, July 2014

Akses : DOI:10.1007/s10584-014-1169-1

Komentar

Popular

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…