Thursday, June 26, 2014

Senyawa Fosil Feses Homo neanderthalensis Diet Tanaman

LaporanPenelitian.com - Kotoran Homo neanderthalensis mengungkap mereka juga makan sayuran. Para peneliti menggali situs arkeologi di selatan Spanyol mendapat feses nyata Neanderthal bahwa diet klasik caveman untuk karnivora juga porsi besar sayuran.

Saudara sepupu kekar punah yang pernah hidup sekitar 230.000 sampai 30.000 tahun lalu telah lama digambarkan sebagai karnivora murni di puncak rantai makanan yang sebagian besar makan daging untuk bahan bakar metabolisme bertahan hidup di iklim dingin Eropa dan Asia Utara.

Tulang dan alat-alat berburu serta karbon, nitrogen dan materi kimia lainnya di gigi Neanderthal mengungkap diet daging. Tapi laporan lain dalam plak gigi menunjukkan Neanderthal di Irak dan Belgia makan rumput, umbi-umbian dan tanaman lainnya.

Sekarang, di situs El Salt di Alicante, Spanyol, peneliti mengumpulkan kotoran membatu dalam sedimen berdating 40.000 hingga 60.000 tahun lalu. Biomarker mendeteksi produk sampingan 5 beta-stigmastanol dan 5 beta-epistigmastanol yang dibuat bakteri dalam usus sebagai lipid tanaman.

"Kami yakin senyawa ini berasal dari diet karena tidak mungkin bagi manusia untuk memmbuatnya," kata Ainara Sistiaga, geografer University of La Laguna di Tenerife, Spain.

Fitur mikroskopis sampel feses berdating 50.000 tahun juga berisi sisa-sisa telur parasit yang diketahui terjadi pada manusia. Laporan baru menantang citra Neanderthal sebagai karnivora bertobat dan teori bahwa konsumsi daging tinggi mungkin berkontribusi terhadap kepunahan mereka.
The Neanderthal Meal: A New Perspective Using Faecal Biomarkers

Ainara Sistiaga1,2,3 et al.
  1. Department of Geography and History, University of La Laguna, Tenerife, Spain
  2. Department of Earth, Atmospheric and Planetary Sciences, Massachusetts Institute of Technology, Cambridge, Massachusetts, United States of America
  3. Instituto Universitario de Bio-Orgánica Antonio González, La Laguna, Tenerife, Spain
PLoS ONE, June 25, 2014

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0101045

Gambar: Bertila Galván
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment