Monday, June 23, 2014

Galaksi Kerdil Produksi Bintang Baru Sangat Cepat

Laporan Penelitian - Galaksi kecil memiliki pengaruh besar pada alam semesta awal, ketika datang ke galaksi, objek-objek kecil melakukan banyak pekerjaan. Galaksi kerdil, gumpalan amorf hanya puluhan jutaan bintang, starburst hampir sepertiga bintang-bintang baru di alam semesta sekitar 10-8 miliar tahun lalu.

Para sstronom sebelumnya menyelidiki pembentukan bintang di alam semesta awal biasanya condong ke galaksi besar karena lebih cerah. Wide Field Camera 3 (WFC3) di teleskop ruang NASA Hubble merekam galaksi kerdil mengaduk-aduk cukup bintang untuk menggandakan massa setiap 150 juta tahun.

Meskipun galaksi di seluruh alam semesta masih membentuk bintang baru, sebagian besar bintang-bintang terbentuk antara 6-2 miliar tahun pasca Big Bang.
Menyelidiki zaman itu adalah kunci memahami bagaimana bintang-bintang terbentuk dan bagaimana galaksi tumbuh dan berkembang sejak saat itu.

"Kami sudah menduga galaksi kerdil starbursting berkontribusi pada gelombang awal pembentukan bintang, tapi ini pertama kalinya kami mampu mengukur efek mereka," kata Hakim Atek, astronom École Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL) di Swiss.
Hubble Space Telescope Grism Spectroscopy of Extreme Starbursts Across Cosmic Time: The Role of Dwarf Galaxies in the Star Formation History of the Universe

Hakim Atek, Jean-Paul Kneib, Camilla Pacifici, Matthew Malkan, Stephane Charlot, Janice Lee, Alejandro Bedregal, Andrew J. Bunker, James W. Colbert, Alan Dressler, Nimish Hathi, Matthew Lehnert, Crystal L. Martin, Patrick McCarthy, Marc Rafelski, Nathaniel Ross, Brian Siana, Harry I. Teplitz

arXiv (Submitted on 16 Jun 2014)

Akses : arXiv:1406.4132

Gambar: NASA, ESA, and H. Atek and J.-P. Kneib (EPFL, Switzerland)
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment