Saturday, June 14, 2014

Asal-Usul Bahasa Manusia Datang Dari Kicau Burung

www.LaporanPenelitian.com - Jika Anda memeriksa bahasa manusia erat menyerupai pidato 2 hewan lain di planet Bumi yaitu burung dan primata non-manusia. Sekarang sebuah tim berspekulasi perucapan manusia berkembang atas bantuan burung berkicau dan alarm monyet.

Di pulau Jawa, owa keperakan bernyanyi dengan suara panjang, lagu-lagu rumit menggunakan 14 jenis notasi berbeda dengan kompleks makna dan konten sebagai sinyal pesan ke calon pasangan dan keluarga. Di sisi lain burung menyebarkan keanekaragaman melodi bahasa ke seluruh lanskep hutan.

Shigeru Miyagawa, linguisian Massachusetts Institute of Technology (MIT), dan rekan memeriksa ulang bahasa manusia kontemporer untuk melihat indikasi bagaimana komunikasi manusia berevolusi dari sistem mode komunikasi yang lebih kuno dari burung dan primata lainnya.

"Bagaimana bahasa manusia muncul? Ini cukup jauh di masa lalu. Yang bisa kita lakukan adalah datang dengan teori yang kompatibel tentang bahasa manusia dan sistem lain yang serupa di alam," kata Miyagawa.

"Ya, bahasa manusia unik, tetapi jika Anda mengambil terpisah dengan cara benar, dua bagian tersebut sebenarnya finite. Kedua komponen memiliki pendahulu di dunia hewan. Menurut hipotesis kami keduanya datang bersama dalam bahasa manusia," kata Miyagawa.

Hipotesis integrasi menyatakan bahasa manusia terdiri dari 2 lapisan berbeda yaitu lapisan ekspresif berkaitan dengan struktur kalimat dan lapisan leksikal di mana makna kalimat berada. Ide ini sebelumnya diusulkan para ulama linguistian termasuk Noam Chomsky, Kenneth Hale dan Samuel Jay Keyser.

Gagasan sedang berjalan meskipun Charles Darwin dan lain-lain telah meneliti hubungan antara kicau burung dan bahasa manusia. Miyagawa dan rekan mengatakan para ilmuwan berpikir hubungan antara kicau burung dan sistem ekspresi dengan komponen leksikal bahasa yang datang dari primata.

Nenek moyang terbaru burung dan manusia telah ada sekitar 300 juta tahun lalu sehingga harus menjadi hubungan tidak langsung melalui primata yang lebih kuno. Para ilmuwan masih mengeksplorasi bagaimana dua mode bergabung pada manusia, tetapi konsep umum berkembang dari salah satu famili dalam evolusi.

"Anda memiliki dua potongan ini dan menempatkan bersama-sama menjadi sesuatu yang baru muncul. Kita tidak bisa kembali dengan mesin waktu dan melihat apa yang terjadi, tapi kami pikir ini dasar yang kita lihat pada bahasa," kata Robert Berwick, teknolog MIT.
The integration hypothesis of human language evolution and the nature of contemporary languages

Shigeru Miyagawa1,2 et al.
  1. Department of Linguistics and Philosophy, Massachusetts Institute of Technology, Cambridge, MA, USA
  2. Center for Research and Development of Higher Education, University of Tokyo, Tokyo, Japan
Frontiers in Psychology, 09 June 2014

Akses : DOI:10.3389/fpsyg.2014.00564
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment