Tuesday, June 10, 2014

DNA Mitokondria Petani Neolitik di Timur Tengah

LaporanPenelitian.com - Sekuensing pertama DNA mitokondria petani pertama di Timur Tengah. Para peneliti menganalisis sampel DNA mitokondria dari 3 lokasi kelahiran praktek pertanian Neolitik di basin Efrat Tengah dan oasis Damaskus yang terletak di Suriah hari ini sekitar tahun 8.000 SM.

DNA mitokondria, jenis non-Mendelian maternal, petani Neolitik pertama yaitu revolusi peradaban masyarakat manusia dengan praktek pertanian dan peternakan sekitar 12.000 tahun lalu. Neolitik adalah transformasi sosial, budaya, ekonomi, kota dan masyarakat modern pertama.

"Revolusi Neolitik cepat berkembang dari wilayah ini ke Eropa di mana ekonomi subsisten pemburu-pengumpul digantikan sistem produk agropastoral," kata Eva Fernández, antropolog Liverpool John Moores University.

Difusi Neolitik proses migrasi penduduk atau adopsi budaya banyak diperdebatkan selama 50 tahun terakhir dalam arkeologi, antropologi fisik, linguistik dan paleogenetik. Laporan baru menyediakan kerangka kerja baru untuk interpretasikan populasi.

Kesamaan genetik DNA mitokondria dari populasi Neolitik pertama dan DNA petani pertama Catalan dan Jerman menunjukkan ekspansi mungkin terjadi melalui migrasi pelopor kelompok kecil. Selain itu Eropa terkait 2 rute Mediterania dan migrasi utama genetik.

"Kesimpulan paling signifikan tingkat kesamaan genetik antara populasi Fertile Crescent dan Cyprus an Crete mendukung hipotesis penyebaran Neolitik di Eropa terjadi melalui pelopor pelaut, tidak melalui ekspansi dimediasi lahan melalui Anatolia seperti literatur sekarang," kata Fernández.
Ancient DNA Analysis of 8000 B.C. Near Eastern Farmers Supports an Early Neolithic Pioneer Maritime Colonization of Mainland Europe through Cyprus and the Aegean Islands

Eva Fernández1,2 et al.
  1. Research Centre in Evolutionary Anthropology and Paleoecology, Liverpool John Moores University, Liverpool, United Kingdom
  2. Laboratorio de Genética Forense y Genética de Poblaciones, Dpto. Toxicología y Legislación Sanitaria, Facultad de Medicina, Universidad Complutense de Madrid, Madrid, Spain
PLOS Genetics, June 5, 2014

Akses : DOI:10.1371/journal.pgen.1004401

Gambar: Alejandro Pérez Pérez (UB) dan Miquel Molist (UAB)
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment