Skip to main content

Melacak Asal-Usul Domestikasi Ayam Negeri

www.LaporanPenelitian.com - Proyek ayam menuju ke hilir, sebuah upaya baru untuk mengungkap sejarah domestikasi burung. Daging dan telur ayam sumber protein miliaran manusia tapi bagaimana dan kapan burung-burung mulai diternak masih jadi misteri.

Pemerintah Inggris mengucurkan dana £1,94 juta dalam upaya meneliti bagaimana ayam berubah dari unggas liar yang berkeliaran di hutan-hutan Asia Tenggara beberapa ribu tahun lalu menjadi salah satu hewan peliharaan yang paling banyak di dunia.

Para ilmuwan mempelajari domestikasi ternak cenderung mengabaikan ayam dibanding anjing, sapi, babi, domba atau kuda. Laporan sebelumnya membandingkan DNA keturunan ayam modern dengan spesies ayam mutiara yang memberi kontribusi ke kolam gen ayam awal seperti Red Junglefow.

“Ayam adalah polymaths,” kata Greger Larson, evolusionis Durham University di Inggris.

Salah satu varian unggas guinea memberi kulit dan kaki kuning yang kaya karotenoid. Varian lain gen reseptor thyroid-stimulating hormone (TSHR) yang mengubah pola kawin musiman dan memungkinkan bertelur sepanjang tahun. Ini sifat universal Rhode Island Reds dan Ayam broiler.

Karena mutasi ini sangat umum pada ayam kontemporer, para ilmuwan berasumsi manusia mempengaruhi sifat-sifat melalui pembiakan selektif di awal domestikasi. Tapi DNA ayam di situs arkeologi yang mencakup periode 280 SM sampai tahun 1800 mengubah pandangan.

Larson melaporkan tidak satupun dari 25 ayam kuno memiliki kaki kuning dan hanya 8 dari 44 burung membawa 2 salinan dari varian TSHR. Jadi, bahkan 200 tahun sebelumnya, ayam mungkin sudah menjadi sangat berbeda dari apay yang kita kenal sekarang.
Establishing the validity of domestication genes using DNA from ancient chickens

Linus Girdland Flink1,2 et al.
  1. Durham Evolution and Ancient DNA, Department of Archaeology
  2. School of Biological and Biomedical Sciences, Durham University, Durham DH1 3LE, United Kingdom
Proceedings of the National Academy of Sciences

Akses : DOI:10.1073/pnas.1308939110

Comments

  1. Kadang yang dekat sering terlupakan, dan yang begitu sudah kebiasaan dari kesharian. Kita masih belum juga menelusuri per jenisnya, pelung, bekisar dan Ayam Ketawa, sungguh tugas yang masih banyak untuk ditelusuri. Semoga ada penerus yang cinta akan kekayaan negeri ini yang akan mengabdi dengan setulus hati.
    salam dari pulau Madu ra

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…