Monday, May 26, 2014

Asteroid Cepat Memicu Dingin K-T Dinosaurus

www.LaporanPenelitian.com - Suhu laut turun 2 derajat pasca Cretaceous-Tertiary (K-T) boundary. Asteroid cepat memacu dingin yang merobohkan dinosaurus, sebuah batu luar angkasa memukul Bumi 66 juta tahun lalu memicu peristiwa berantai yang memusnahkan dinosaurus.

Bukti baru mendukung teori bahwa dampak yang ditimbulkan pendinginan global dalam beberapa bulan dan dekade kemudian mendorong kepunahan massal, asteroid selebar 10 kilometer menabrak Bumi yang sekarang di dekat Chicxulub, Mexico.

Johan Vellekoop, palinolog Utrecht University di Belanda, dan rekan menyelidiki lipid mikroba laut yang terawetkan dalam lumpur dan pasir di wilayah Brazos River Texas tengah untuk merekonstruksi suhu permukaan laut di sekitar waktu dampak asteroid.

Sebelum dampak, air hangat sekitar 30 derajat Celsius. Tapi pada bulan-bulan ke dekade sesudahnya, suhu permukaan laut turun rata-rata 2 derajat. Dampak menghamburkan debu dan partikel lainnya ke udara, menghalangi cahaya dan panas dari Matahari.

Suhu permukaan laut kemudian memanas sampai 32 derajat hanya beberapa dekade ke abad setelah dampak. Perubahan cepat dari periode dingin gelap diikuti periode pemanasan global dengan hujan asam dan gas rumah kaca sesuai pola kepunahan organisme dari plankton hingga tyrannosaurus dan pterosaurus.
Rapid short-term cooling following the Chicxulub impact at the Cretaceous–Paleogene boundary

Johan Vellekoop1 et al.
  1. Marine Palynology, Department of Earth Sciences, Faculty of Geosciences, Laboratory of Palaeobotany and Palynology, Utrecht University, 3584 CD, Utrecht, The Netherlands
Proceedings of the National Academy of Sciences, May 12, 2014

Akses : DOI:10.1073/pnas.1319253111

Gambar: Ron Blakey, NAU Geology via Wikimedia Commons
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment