Friday, May 23, 2014

Ubur-Ubur Sisir Asal-Usul Evolusi Sistem Saraf

LaporanPenelitian.com - Makhluk laut eksotis Ubur-Ubur Sisir yang tembus pandang merekonstruksi cara pandang ilmuwan melihat evolusi awal saat alam kuno membentuk gen lebih dari satu cara ketika membuat sistem saraf.

Indah tapi entah bagaimana makhluk-makhluk misterius Ctenophore yang berjuntai warna-warni menyala dengan cepat menumbuhkan bagian tubuh yang hilang. Bahkan mereka dapat menumbuhkan kembali otaknya yang sangat sederhana.

Semua hewan berevolusi dari nenek moyang tunggal, teori umum bahwa hewan-hewan paling kuno adalah paling sederhana, tetapi sekali sistem saraf muncul mereka berkembang dalam jalur langsung dari saraf primitif sampai otak manusia yang kompleks.

Sekarang analisis gen dari 10 spesies Jelly Sisir memiliki sistem saraf unik dengan cara sangat berbeda dari sisa-sisa kerajaan hewan kuno. Sistem saraf berevolusi lebih dari sekali yang menantang teori-teori lama tentang perkembangan hewan.

"Laporan ini membuktikan secara genomik mereka benar-benar alien," kata Leonid Moroz, neurobiolog University of Florida, yang menghabiskan 7 tahun mengungkap genetika di belakang pemrograman saraf Jeli Sisir.

Tapi temuan bukan hanya tentang sejarah evolusi. Ubur-Ubur Sisir membangun sistem saraf menggunakan bahasa biologis mereka sendiri yang suatu hari membuka cara-cara baru untuk menyelidiki penyakit otak seperti Alzheimer atau Parkinson.




The ctenophore genome and the evolutionary origins of neural systems

Leonid L. Moroz1,2,3 et al.
  1. The Whitney Laboratory for Marine Bioscience, University of Florida, 9505 Ocean Shore Blvd, St Augustine, Florida 32080, USA
  2. Department of Neuroscience & McKnight Brain Institute, University of Florida, Gainesville, Florida 32611, USA
  3. Friday Harbor Laboratories, University of Washington, Friday Harbor, Washington 98250, USA
Nature, 21 May 2014

Akses : DOI:10.1038/nature13400

Gambar: NOAA Photo Gallery/Photo by Kevin Raskoff
Video: Leonid L. Moroz et.al., DOI:10.1038/nature13400
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment