Monday, May 19, 2014

Epidemi Black Death Pondasi Hidup Lebih Baik

Laporan Penelitian - Kerangka The Black Death menyerahkan rahasia hidup dan mati, wabah kelam medieval meletakkan pondasi kesehatan lebih baik bagi generasi mendatang. Analisis kerangka di London menyarankan kelangsungan hidup, diet dan kesehatan umum meningkat pasca epidemi Yersinia pestis.

The Black Death di abad pertengahan adalah salah satu epidemi paling dahsyat dalam sejarah manusia yang membunuh 30-50 % penduduk Eropa di abad ke-14. Teror pecah dengan benjolan dan bintik-bintik hitam seluruh kulit kemudian meninggal dalam beberapa hari.

Orang tua dan orang sakit paling berisiko infeksi bakteri yang menyebar melalui bersin dan batuk. Wabah memiliki dampak besar pada masyarakat, panen gagal, desa dalam kelaparan dan kerusuhan sosial dan agama. Bencana yang ikut melukis sejarah Eropa di masa lalu.

Tapi korban memberi manfaat untuk kenaikan standar hidup dan diet lebih baik. Puluhan juta orang tewas dalam wabah penyakit, tetapi keturunan mereka hidup lebih panjang dan memiliki kesehatan lebih baik dari sebelumnya. Peningkatan kesehatan hanya terjadi karena kematian sejumlah besar orang.

"Ini benar-benar menekankan bagaimana Black Death secara dramatis membentuk masyarakat. Sekitar 200 ratus tahun setelah epidemi muncul perubahan positif dalam demografi dan kesehatan," kata Sharon DeWitte, antropolog University of South Carolina.

"Dalam menghadapi ancaman besar bagi kesehatan seperti wabah berulang, beberapa generasi yang hidup setelah Black Death lebih sehat secara umum dibanding orang-orang yang hidup sebelum epidemi," kata DeWitte.
Mortality Risk and Survival in the Aftermath of the Medieval Black Death

Sharon N. DeWitte1.
  1. Department of Anthropology, University of South Carolina, Columbia, South Carolina, United States of America
PLoS ONE, May 7, 2014

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0096513
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment