Skip to main content

Leinkupal laticauda Survivor Sauropoda Diplodocid

LaporanPenelitian.com - Sauropoda vegetarian berleher dan ekor panjang yang hidup 145-100 juta tahun lalu juga menghuni lanskep benua latin. Fragmen Leinkupal laticauda adalah sauropoda diplodocid anggota keluarga dinosaurus di antara makhluk elegan terpanjang yang pernah berjalan di muka Bumi.

Leinkupal laticauda di Argentina menjadi yang pertama jenis sauropod terpanjang yang ditemukan di Amerika Selatan dan termuda diidentifikasi hingga hari ini. Dinosaurus yang membanggakan bertahan hingga periode Cretaceous awal yang dimulai sekitar 145 juta tahun lalu.

Temuan Pablo Gallina, paleontolog CONICET di Buenos Aires, dan rekan bertentangan dengan fosil sebelumnya yang menunjukkan sauropoda diplodocid menghilang selama kepunahan massal terjadi pada batas periode Jurassic dan Cretaceous yang menegaskan kepunahan itu bukan acara global.
A Diplodocid Sauropod Survivor from the Early Cretaceous of South America

Pablo A. Gallina1,2 et al.
  1. CONICET, Buenos Aires, Argentina
  2. Fundación de Historia Natural Félix de Azara, Universidad Maimónides, Buenos Aires, Argentina
PLoS ONE, May 14, 2014

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0097128

Gambar: Jorge A. González

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…