Skip to main content

iPSCs Kulit Monyet Rhesus Menjadi Sel Tulang

Laporan Penelitian - Tulang tumbuh dari sel-sel kulit sendiri, satu tim menumbuhkan tulang baru menggunakan sel-sel kulit monyet. Pertama kalinya langkah menuju pengembangan terapi sel induk yang aman oleh saudara sepupu primata untuk manusia.

Induced pluripotent stem cells (iPSCs) dari sel kulit dewasa dan diprogram kembali untuk bekerja sebagai sel-sel lain. Sel-sel induk berpotensi majemuk dapat digunakan untuk membuat jenis jaringan manusia, namun karena masalah etika, iPSCs sebelumnya mengandalkan tikus.

"Tapi karena perbedaan spesies, sel-sel tidak berperilaku normal dan masalah sistem kekebalan tubuh berarti masalah penolakan atau peradangan tidak diketahui," kata Cynthia Dunbar, biolog National Heart, Lung and Blood Institute.

Karena monyet spesies model paling dekat dengan spesies manusia yang memiliki kesamaan struktur organ, jaringan dan kekebalan sehingga pengujian iPSCs pada monyet harus menunjukkan keamanan dan kemanjuran ketika diproses pada manusia.

Dunbar dan rekan mengambil sel-sel kulit kera rhesus untuk membentuk iPSCs yang kemudian berubah menjadi sel-sel pembentuk tulang. Sel-sel kemudian ditanamkan ke monyet pada partikel keramik. Implan diambil pada 8, 12 dan 16 minggu dengan tulang terbukti membentuk sedini 8 minggu.
Path to the Clinic: Assessment of iPSC-Based Cell Therapies In Vivo in a Nonhuman Primate Model

So Gun Hong1 et al.
  1. Hematology Branch, National Heart, Lung and Blood Institute, National Institutes of Health, Bethesda, MD 20892, USA
Cell Reports, May 15, 2014

Akses : DOI:10.1016/j.celrep.2014.04.019

Gambar: Einar Fredriksen via Wikimedia Commons

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…