Friday, May 16, 2014

iPSCs Kulit Monyet Rhesus Menjadi Sel Tulang

Laporan Penelitian - Tulang tumbuh dari sel-sel kulit sendiri, satu tim menumbuhkan tulang baru menggunakan sel-sel kulit monyet. Pertama kalinya langkah menuju pengembangan terapi sel induk yang aman oleh saudara sepupu primata untuk manusia.

Induced pluripotent stem cells (iPSCs) dari sel kulit dewasa dan diprogram kembali untuk bekerja sebagai sel-sel lain. Sel-sel induk berpotensi majemuk dapat digunakan untuk membuat jenis jaringan manusia, namun karena masalah etika, iPSCs sebelumnya mengandalkan tikus.

"Tapi karena perbedaan spesies, sel-sel tidak berperilaku normal dan masalah sistem kekebalan tubuh berarti masalah penolakan atau peradangan tidak diketahui," kata Cynthia Dunbar, biolog National Heart, Lung and Blood Institute.

Karena monyet spesies model paling dekat dengan spesies manusia yang memiliki kesamaan struktur organ, jaringan dan kekebalan sehingga pengujian iPSCs pada monyet harus menunjukkan keamanan dan kemanjuran ketika diproses pada manusia.

Dunbar dan rekan mengambil sel-sel kulit kera rhesus untuk membentuk iPSCs yang kemudian berubah menjadi sel-sel pembentuk tulang. Sel-sel kemudian ditanamkan ke monyet pada partikel keramik. Implan diambil pada 8, 12 dan 16 minggu dengan tulang terbukti membentuk sedini 8 minggu.
Path to the Clinic: Assessment of iPSC-Based Cell Therapies In Vivo in a Nonhuman Primate Model

So Gun Hong1 et al.
  1. Hematology Branch, National Heart, Lung and Blood Institute, National Institutes of Health, Bethesda, MD 20892, USA
Cell Reports, May 15, 2014

Akses : DOI:10.1016/j.celrep.2014.04.019

Gambar: Einar Fredriksen via Wikimedia Commons
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment