Tuesday, May 13, 2014

Konflik Tambang Berdampak Biaya Membengkak

LaporanPenelitian.com - Konflik sosial atas batu bara, gas dan mineral membuat biaya bisnis membengkak. Konflik antara masyarakat lokal dan perusahaan atas proyek tambang batu bara, gas dan sumber daya lainnya menguras biaya bisnis miliaran dolar.

"Ini studi komprehensif pertama bahwa perusahaan yang gagal menjalin hubungan baik dengan masyarakat setempat benar-benar mengguras uang dalam bottom line mereka," kata Daniel Franks, sosiolog University of Queensland di Brisbane.

Frank dan rekan menganalisis biaya yang dikeluarkan atas konflik lebih dari 50 proyek pertambangan minyak dan gas di seluruh dunia termasuk India, Chili, Peru, Australia dan Argentina. Biaya paling sering adalah penundaan proyek tetapi biaya terbesar ketika proyek itu ditinggalkan.

Satu proyek pertambangan kelas dunia kehilangan US$2,7 juta per hari karena keterlambatan proyek. Pada tahun 2011, konstruksi proyek tembaga dan emas di Peru yang diskors menyusul protes atas krisis air mempertaruhkan US$2 miliar dalam belanja modal.
Conflict translates environmental and social risk into business costs

Daniel M. Franks1 et al.
  1. Centre for Social Responsibility in Mining, University of Queensland, Sustainable Minerals Institute, Brisbane, QLD 4072, Australia
Proceedings of the National Academy of Sciences, May 12, 2014

Akses : DOI:10.1073/pnas.1405135111
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment