Friday, May 9, 2014

Neuron Otak Baru Menghapus Kenangan Lama

www.LaporanPenelitian.com - Masa bayi selalu terlupakan. Kelahiran sel-sel otak baru menghapus kenangan lama, neuron produk baru dapat menjelaskan mengapa orang dewasa tidak dapat mengingat ketika bayi. Laporan baru menawarkan penjelasan mengapa orang tidak bisa mengingat kenangan usia dini.

Lebih dari 100 tahun lalu Sigmund Freud berspekulasi manusia melupakan tahun-tahun awal kehidupan dijuluki amnesia infantil mungkin memiliki asal psikoseksual. Para ilmuwan berpikir kenangan mungkin berakar pada bahasa karena anak-anak mulai membuat kenangan jangka panjang waktu mulai berbicara.

"Tapi kebanyakan hewan menunjukkan amnesia infantil juga. Jadi pengembangan bahasa bukan seluruh penjelasan," kata Sheena Josselyn, neurosaintis Hospital for Sick Children di Toronto.

Josselyn dan rekan menunjukkan sel-sel otak baru menghapus kenangan lama, neurogenesis yang mengganggu masa belajar pada tikus bayi dan dewasa bahwa neuron yang baru terbentuk dalam hippocampus mendelete informasi pelajari sebelumnya.

"Temuan ini mengejutkan kami. Kebanyakan orang berpikir neuron baru berarti memori yang lebih baik," kata Josselyn.

Manusia, tikus dan beberapa mamalia lain tumbuh neuron baru di hippocampus sepanjang hidup mereka dengan cepat pada awalnya, tetapi melambat seiring usia. Para peneliti sebelumnya menunjukkan peningkatkan proliferasi saraf meningkatkan pembentukan memori. Tapi Josselyn menunjukkan pertumbuhan neuron menurunkan memori.

"Neuron lainnya meningkatkan kapasitas belajar baru di masa depan. Tapi memori didasarkan pada sirkuit, jadi jika Anda tambahkan ke sirkuit ini, masuk akal bahwa hal itu akan mengganggu. Neuron baru memiliki peran yang berguna dalam membersihkan kenangan lama bagi yang baru," kata Josselyn.
Katherine G. Akers (Program in Neurosciences and Mental Health, The Hospital for Sick Children, Toronto, M5G 1X8, Canada) et al. Hippocampal Neurogenesis Regulates Forgetting During Adulthood and Infancy. Science 9 May 2014: Vol. 344 no. 6184 pp. 598-602 DOI:10.1126/science.1248903
Gambar: Jason Snyder
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment