Skip to main content

Qianzhousaurus sinensis aka Pinocchio rex

LaporanPenelitian.com - Tyrannosaur baru adalah Dobermann dinosaurus, sepupu yang hilang dari Tyrannosaurus rex tetapi jauh lebih anggun dari keluarga relatif yang lebih terkenal. Karena moncong panjang, Qianzhousaurus sinensis aka Pinocchio rex.

Tyrannosaurus besar seperti T. rex di Amerika Utara dan Tarbosaurus di Asia yang kesohor adalah teror Late Cretaceous bertulang rahang lebar tanggem baja sebagai top predator. Sekarang Qianzhousaurus sinensis dari China memiliki rahang sangat panjang dan sempit yang menandai keragaman predator.

Pekerja konstruksi menemukan fosil berdating 72-66 juta tahun saat menggali bangunan di Ganzhou China selatan. Tyrannosaur hampir lengkap, panjang 8-9 meter dan dengan tengkorak 90 sentimeter. Berat sekitar 750 kilogram, relatif ringan dibandingkan rekan-rekan yang besar.

Qianzhousaurus sinensis adalah pinscher Dobermann dengan moncong panjang dan sempit sebagai lawan T. rex dan Tarbosaurus sebagai pit bull. Dalam kehidupan brutal, moncong sempit tidak memiliki penopang tengkorak untuk mencabik mangsa besar.

"Kaki panjang dan kerangka lebih ringan dari T. rex, Qianzhousaurus mungkin second-tier predator yang mengandalkan kecepatan daripada kekuatan," kata Stephen Brusatte, paleontolog University of Edinburgh di Inggris.

Moncong kecil dan panjang menyebut Alioramus dari Mongolia. Seperti halnya tyrannosaurus, mereka berdua melalui tahapan moncong panjang ketika muda. Fosil baru hampir tumbuh penuh yang berarti bertahan sampai dewasa sebagai ciri keluarga yang sebelumnya tidak dikenal.

Tidak jelas mengapa Qianzhousaurus memiliki wajah panjang. Moncong panjang tidak akan mampu menahan beban berat dan seperti yang dilakukan tengkorak T. rex. Tidak akan ada kompetisi langsung dengan mereka, mungkin karena berburu jenis mangsa yang berbeda.

Keluarga lain predator sengit adalah spinosauri dengan moncong yang panjang dan tipis. Tapi spinosauria makan ikan sehingga rahang dilengkapi tips gigi untuk perangkap ikan. Rahang kurva Qianzhousaurus rata dan memiliki gigi buck seperti T. rex bahwa mulut tidak berevolusi untuk menangkap ikan.
Junchang Lü (Institute of Geology, Chinese Academy of Geological Sciences, Beijing 100037, China; Key Lab of Stratigraphy and Paleontology, Ministry of Land and Resources of China, Beijing 100037, China) et al. A new clade of Asian Late Cretaceous long-snouted tyrannosaurids. Nature Communications, 07 May 2014, DOI:10.1038/ncomms4788
Gambar 1: Chuang Zhao.
Gambar 2: Junchang Lü et al.

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…