Saturday, May 3, 2014

Telur Menetas Awal Ketika Ayah Menghilang

Laporan Penelitian - Ketika ayah menghilang, katak mempercepat penetasan. Setiap malam, ayah katak kaca menghadapi pilihan sulit antara merawat telur yang telah dibuahi atau meninggalkan mereka untuk sibuk dengan perempuan lain.

Untungnya, telur yang mengandalkan perawatan ayah untuk membasahi mereka di daun ketika malam hari, telah menemukan cara untuk mengurus diri sendiri. Katak Kaca (Hyalinobatrachium fleischmanni) menetas lebih awal sehingga terhindar dari dehidrasi.

Pada tahun 1990-an, Karen Warkentin, biolog Boston University, menemukan katak tropis menetas lebih awal dalam menanggapi getaran ular dan calon predator lainnya. Embrio kadal melakukan hal yang sama. Suhu yang diberikan burung mengerami telur dapat juga mempercepat pertumbuhan.

Tapi Jesse Delia, biolog Boston University, ingin tahu apakah kehilangan pengasuhan memiliki efek pada saat telur menetas. Sebuah dokumentasi tentang embrio sebagai organisme kognitif yang dapat menilai lingkungan dan membuat semacam respon yang tepat bukan hanya pasif terhadap jadwal penetasan.

Tugas Ayah katak terlalu padat. Mereka harus melawan laki-laki pesaing yang melanggar batas wilayahnya atau sibuk menanggapi panggilan kawin dari perempuan-perempuan lain. Jika ayah pecundang di antara katak syirik, telur merespon dengan menetas awal.

"Beberapa dari mereka menjadi ayah yang buruk. Selama waktu itu, semua perawatan telur terabaikan," kata Jesse.

Untuk menilai konsekuensi kelalaian pengasuhan ayah, Delia menghapus 40 ayah terhadap telur 2 dan 8 hari setelah diletakkan. Telur normal menetas 27 hari, tapi telur tanpa kehadiran ayah dapat menetas dalam 12 hari sebelum mengalami terhidrasi.

Embrio mendeteksi perubahan dan menyesuaikan perilaku dalam menanggapi kehadiran ayah bahwa tindakan orang tua dapat mempengaruhi evolusi perilaku embrio. Bagi banyak hewan tahap yang paling rentan adalah awal kehidupan dan banyak respon evolusiober bermula terjadi di sana.
Jesse R. J. Delia (Biology Department, East Carolina University, Greenville, NC 27858, USA) et al. Glassfrog embryos hatch early after parental desertion. Proceedings of the Royal Society B, 30 April 2014, DOI:10.1098/rspb.2013.3237
Gambar: Jesse Delia
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment