Tuesday, April 15, 2014

Planet Mars Kuno Tidak Mampu Menjaga Air

Laporan Penelitian - Mars tidak bisa menahan air cair dalam waktu yang lama. Kawah kecil di Planet Merah kuno menunjuk iklim dingin dan masa kering mirip Antartika, tapi tanpa penguin. Es beku mungkin memberi air cair di permukaannya hanya relatif singkat.

Planet Mars diselingi operiode singkat kehangatan, tapi atmosfer tidak cukup padat untuk menjaga air mengalir selama lebih dari beberapa ratus ribu tahun pada suatu waktu yang menambah semakin banyak bukti bahwa Mars mungkin tetap dingin dan kering sepanjang sebagian besar sejarahnya.

Meskipun ngarai dan deposit sungai kuno menunjuk ke waktu ketika air mengalir, para peneliti bagaimanapun tidak setuju apakah fitur tersebut mengindikasi iklim tahan lama atau diselingi periode singkat panas menyeluruh. Udara kuno tidak mampu menahan air.

Laporan baru menentang pandangan lama para ilmuwan yang berpendapat bahwa Planet Mars memiliki sejarah atmosfer tebal sehingga hangat dan basah pada 3,6 miliar tahun lalu yang memungkinkan sungai air cair indah mengalir di permukaannya.

"Tekanan atmosfer tidak mungkin lebih besar dari 90 persen tekanan atmosfer hari ini di permukaan laut Bumi. Jika atmosfer terlalu tipis Anda tidak bisa mendapat air cair, gas dan es. Anda perlu tekanan cukup tinggi untuk air cair stabil," kata Jean-Pierre Williams, planetolog University of California di Los Angeles.

"Atmosfer di Mars terlalu tipis, hanya seperseratus tekanan di Bumi. Ini juga terlalu dingin, sekitar minus 60oC, air begitu cair di permukaan Mars secara bersamaan membeku dan mendidih, tetapi tidak akan mengalir ke mana pun," kata Williams.

"Kehadiran sungai berkelok-kelok, delta sungai dan cekungan danau, semuanya menunjuk Mars pernah lebih basah. Tapi kami menemukan tekanan terlalu rendah untuk menjelaskan fitur ini," kata Williams.

Williams dan rekan memeriksa 319 kawah meteor interbedded dengan peraduan sungai di wilayah Aeolis Dorsa. Gambar resolusi tinggi NASA Mars Reconnaissance Orbiter mengukur masing-masing kawah dan membandingkan dengan model filter meteor oleh atmosfer.

"Meteor diperlambat dan dipanaskan atmosfer sampai temperatur sangat tinggi yang menguapkan permukaan. Semakin tebal atmosfer, semakin besar meteor mencapai permukaan," kata Williams.

"Kawah di Bumi terkecil sekitar diameter 20 meter, sedangkan di Lunar tidak ada atmosfer sehingga Anda bisa mendapatkan zap lubang kecil hanya beberapa puluh mikron," kata Williams.
Edwin S. Kite (Geological and Planetary Sciences, Caltech, California 91125, USA; Present address: Princeton University, Princeton, New Jersey 08544, USA) et al. Low palaeopressure of the martian atmosphere estimated from the size distribution of ancient craters. Nature Geoscience, 13 April 2014, DOI:10.1038/ngeo2137
Gambar: Antoine Lucas/NASA/JPL/Univ. Arizona
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment