Friday, April 11, 2014

LHC Beauty Tangkap Z (4430) Mungkin Tetraquark

Laporan Penelitian - LHC mungkin temukan partikel bentuk baru materi. Buronan lama tertangkap akselerator partikel terbesar, eksperimen di Large Hadron Collider (LHC) beauty konfirmasi partikel provokatif Z (4430) benar-benar ada dan mungkin bukti terkuat bentuk baru materi tetraquark.

Di alam semesta bahwa quark adalah partikel subatomik yamg merupakan blok bangunan dasar materi. Mereka diketahui dalam kelompok 2 membentuk meson berumur pendek atau kelompok 3 membentuk proton dan neutron yang membentuk inti atom.

Para ilmuwan telah menduga puluhan tahun bahwa quark mungkin juga mengikat bersama dalam kuartet membentuk materi tetraquark. Tetapi hingga kini tidak ada perhitungan kuantum rumit untuk menguji hipotetis. Komputer belum cukup besar menyelesaikan teori prinsip pertama.

Tidak ada yang tahu jika hukum fisika harus memungkinkan materi untuk mengumpul membentuk 4 partikel. Tetraquark masih materi hipotetik, namun penampakan terbaru di LHC berarti hantu lebih dekat dari sebelumnya untuk segera terungkap.

"Argumen utama tentang Z (4430) apakah ada atau tidak? Kami datang dan berkata Z (4430) adalah nyata," kata Tomasz Skwarnicki, fisikawan Syracuse University di New York.

Penampakan Z (4430) pertama kali dilaporkan detektor Belle di akselerator KEKB di Tsukuba, Jepang, pada tahun 2008. Namun keberadaan partikel dipertanyakan setelah detektor BaBar di akselerator SLAC di Menlo Park, California, gagal memverifikasi.

Sekarang eksperimen LHCb yang duduk di LHC bersama dengan eksperimen yang melihat Higgs boson menganalisis 10 kali data sebanyak Belle atau Babar dan mengatakan telah menemukan sebanyak 4000 partikel. Tantangan berikutnya mengetahui apakah Z (4430) benar-benar sebuah tetraquark.

"Ini menunjuk ke sebuah bonafide kuartet partikel. Lebih mungkin bahwa tetraquark," kata Skwarnicki.
Observation of the resonant character of the Z(4430) − state

LHCb collaboration

arXiv (Submitted on 7 Apr 2014)

Akses : arXiv:1404.1903

Gambar: CERN
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment