Langsung ke konten utama

Stres Pada Anak Percepat Kerusakan Kromosom

www.LaporanPenelitian.com - Kehidupan keras, kemiskinan dan linkungan broken home mempercepat pemendekan telomere kromosom anak 9 tahun. Anak-anak yang hidup dalam tekanan tumbuh lebih cepat mengalami penuaan bahwa stress mengubah genom anak-anak.

Tumbuh dalam lingkungan sosial stres meninggalkan tanda abadi pada kromosom muda. Telomeres, sekuens DNA berulang yang melindungi ujung berjumbai kromosom dari waktu ke waktu, lebih cepat menyusut pada anak-anak dari keluarga tidak stabil dibandingkan anak-anak dari keluarga stabil.

Panjang telomere adalah biomarker stres kronis. Ketika peneliti memeriksa DNA 40 anak laki-laki berusia 9 tahun di kota-kota besar di Amerika Serikat bahwa telomere anak-anak dari lingkungan rumah yang keras adalah 19% lebih pendek dibanding anak-anak dari latar belakang baik.

Anak-anak yang lahir di luar pernikahan, keluarga miskin, tingkat pendidikan ibu rendah, pengasuhan keras dan struktur keluarga tidak stabil memiliki keprihatinan yang sah mempercepat pemendekan panjang telomer yang dimoderatori varian genetik pemroses 2 pemancar kimia dalam otak serotonin dan dopamin.

Varian dalam beberapa gen seperti TPH2 terkait depresi, gangguan bipolar dan masalah kesehatan mental lainnya. Varian gen lain 5-HTT mengurangi jumlah protein yang mendaur ulang serotonin dalam sinapsis saraf. Beberapa alel meningkatkan sensitivitas operator untuk risiko eksternal.

Pemendekan cepat telomere juga terkait Alzheimer’s dan hipertensi. Satu langkah penelitian kecil untuk pengujian teori-teori besar, langkah pertama namun penting dalam memahami bagaimana kesejahteraan mempengaruhi kesehatan seumur hidup.
Social disadvantage, genetic sensitivity, and children’s telomere length

Colter Mitchell1 et al.
  1. Survey Research Center and Population Studies Center, University of Michigan, Ann Arbor, MI 48104
Proceedings of the National Academy of Sciences, April 7, 2014

Akses : DOI:10.1073/pnas.1404293111

Komentar

Popular

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…