Skip to main content

Kromosom Sintetis Ragi Saccharomyces cerevisiae

www.LaporanPenelitian.com - Pertama kali kromosom sintetis dari ragi, satu langkah besar menuju penciptaan kehidupan eukariotik. Desainer organisme melangkah lebih mendekati kenyataan, tim peneliti internasional menjahit fragmen DNA bersama-sama kromosom sintetis.

Genetikawan Craig Venter butuh 15 tahun dan dana US$40 juta untuk mensintesis genom parasit bakteri. Hari ini, tim ilmuwan internasional melaporkan lompatan berikutnya dalam kehidupan sintetis, redesain dan produksi kromosom yang berfungsi penuh pada ragi Saccharomyces cerevisiae.

Sebagai eukariot yang mencakup manusia dan hewan lainnya, Saccharomyces cerevisiae memiliki genom lebih kompleks daripada parasit Craig Venter. Kromosom sitnetis ragi yang telah dilucuti dari beberapa urutan DNA dan elemen lainnya adalah 272.871 base pairs yang mewakili 2,5% dari 12 juta base pairs genom S. cerevisiae.

Proyek 7 tahun dipimpin Jef Boeke dari Johns Hopkins University di Baltimore, Maryland, adalah versi sintetis kromosom III yang diberi nama SynIII. Krusial bahwa kromosom sintetis mengandung suite perubahan dibandingkan dengan berbagai alami.

"Kami menghabiskan waktu sekitar 1 tahun berdebat perubahan apa yang kita bangun ke kromosom," kata Boeke.

Kromosom III di alam berisi sekitar 315.000 huruf kode genetik. Versi SynIII hanya 270.000 huruf sehingga lebih mudah untuk dibangun. Untuk memotongnya tim mengamati urutan pada komputer dan mengidentifikasi non-coding atau DNA sampah yang bisa dihapus tanpa membunuh ragi.

Tim juga mengubah urutan yang tersisa, menambahkan dan menghapus potongan DNA dengan bantuan 60 mahasiswa. Urutan dibagi menjadi beberapa bagian dan dirakit sebelum dijahit bersama-sama. Langkah terakhir adalah memasukkan kromosom SynIII ke dalam sel ragi menggantikan kromosom III asli.

"Ini tonggak penting biologi sintetis. Target utama kami membuat seluruh genom ragi sintetis," kata Narayana Annaluru dari Johns Hopkins University.

Banyak biolog sintetis mencoba mengubah mikroba seperti ragi menjadi pabrik kecil untuk membuat molekul atau obat-obatan. Sebuah genom sepenuhnya sintetis dapat dipasang dengan switchable yang memungkinkan biolog memodifikasi genom mikroba lebih tepat dalam teknik editing gen.

"Anda dapat membuat segala macam hal yang aneh-aneh dalam sel dengan mengutak-atik protein untuk melakukan kimia yang tidak biasa. Kita akan melihat penggabungan kimia dan biologi," kata Boeke.
Narayana Annaluru (Department of Environmental Health Sciences, Johns Hopkins University (JHU) School of Public Health, Baltimore, MD 21205, USA) et al. Total Synthesis of a Functional Designer Eukaryotic Chromosome. Science, March 27 2014, DOI: 10.1126/science.1249252
Gambar: Masur/Wikimedia Commons

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…