Langsung ke konten utama

Anzu wyliei Dinosaurus Ayam dari Neraka

LaporanPenelitian.com - Reptil mirip ayam supersize, cakar tajam dan paruh ompong adalah makhluk terbaru yang berbeda dengan dinosaurus lain. Anzu wyliei, genus setan menyerupai burung dalam mitologi Mesopotamia dan para peneliti mendeskripsi dinosaurus "ayam dari neraka."

Anzu wyliei seperti burung terbesar kedua, dino berbulu di belakang Gigantoraptor dan terbesar yang ditemukan di Amerika Utara. Moster Cretaceous pesolek berkeliaran di wilayah yang sekarang Dakota sekitar 68-66 juta tahun lalu sisi by sisi dengan Tyrannosaurus rex dan Triceratops.

A. wyliei diidentifikasi dari tiga fosil di formasi batuan Hell Creek AS utara-timur. Ketika digabungkan membuat kerangka hampir lengkap. Reptil burung dengan tinggi 3,5 meter dan berat 200-300 kilogram, ukuran yang lebih besar dari burung unta yang terbesar.

"Saya sangat gembira dengan temuan ini karena Anzu wyliei adalah oviraptorosaur terbesar yang telah ditemukan. Oviraptorosaurs adalah kelompok dinosaurus terkait erat burung dan sering aneh," kata Emma Schachner, paleontolog University of Utah.

Reptil iblis omnivora menyeringai di lanskap dataran banjir basah, makan tanaman dan hewan kecil. Beberapa kerabat primitif oviraptorids yang digali di timur laut China jauh lebih tua, sekitar 125 juta tahun. Banyak diwakili tengkorak lengkap atau kerangka, beberapa fosil di antaranya melestarikan bulu.

Dino bipedal dengan paruh ompong yang telah berbulu di ekor dan lengan tapi berujung cakar dan tidak bisa terbang. Kepala bermahkota tinggi dengan puncak tulang mirip kasuari Australia dan New Guinea. A. wyliei adalah theropoda pemberontak keluarga besar oviraptorosaurs.

Paleontolog telah menetapkan bahwa caenagnathids, oviraptorids dan spesies China yang lebih kuno ini erat terkait satu sama lain karena benua ini sering terhubung selama Mesozoikum yang memungkinkan dinosaurus dan hewan darat lainnya berkeliaran di antara mereka.

"Selama hampir seratus tahun kehadiran oviraptosaurs di Amerika Utara tetap menjadi misteri. Kita akhirnya memiliki bukti yang menunjukkan spesies ini berkaitan dengan dinosaurus lain," kata Hans-Dieter Sues, palebiolog National Museum of Natural History di Washington.
A New Large-Bodied Oviraptorosaurian Theropod Dinosaur from the Latest Cretaceous of Western North America

Matthew C. Lamanna1 et al.
  1. Section of Vertebrate Paleontology, Carnegie Museum of Natural History, Pittsburgh, Pennsylvania, United States of America
PLoS ONE, March 19, 2014

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0092022

Gambar atas: Mark Klingler/Carnegie Museum of Natural History
Gambar bawah: Donald E. Hurlbert, Smithsonian Institution

Komentar

Popular

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…