Monday, March 17, 2014

Diet dan Seleksi Seksual Evolusi Kulit Terang Eropa

LaporanPenelitian.com - Homo sapiens pertama muncul di Afrika 200.000 tahun lalu dan para peneliti berasumsi anggota pertama di Eropa berkulit gelap seperti orang Afrika hari ini. Tetapi laporan baru menyatakan pola makan dan objek seksual mungkin ikut mendorong Eropa baru berkulit terang.

Para peneliti merindukan korelasi perbedaan puluhan ribu tahun evolusi bahwa kulit gelap melindungi mereka yang tinggal lebih dekat khatulistiwa dari intens radiasi matahari. Tapi laporan baru DNA kuno menyimpulkan warna kulit Eropa terus berubah selama 5000 tahun terakhir.

Kulit gelap berasal dari pigmen melanin yang mencegah radiasi sinar UV terhadap kerusakan DNA yang berujung kanker kulit dan kerusakan vitamin B. Di sisi lain, sel-sel kulit perlu paparan sejumlah sinar UV untuk menghasilkan vitamin D.

Laporan terbaru, bagaimanapun, menyarankan deskripsi tidak begitu sederhana. Untuk satu hal, sejumlah gen pengontrol sintesis melanin dan masing-masing gen memiliki sejarah evolusi berbeda. Selain itu, manusia tampaknya tidak mulai memutih segera setelah bermigrasi dari Afrika ke Eropa hingga 40.000 tahun lalu.

Pada tahun 2012 tim genetikawan University of Porto di Portugal melihat varian 4 gen pigmentasi pada populasi Portugis dan Afrika modern dan menghitung setidaknya hanya 3 gen memiliki kuantitas evolusi puluhan ribu tahun setelah Homo sapiens meninggalkan Afrika.

Pada bulan Januari 2013 tim Carles Lalueza-Fox, genetikawan University of Barcelona di Spanyol, sekuensing genom kerangka pemburu-pengumpul berdating 8000 tahun dari situs La Brana-Arintero di Spanyol dan menemukan bahwa seleksi alam kulit bertindak relatif terlambat dalam prasejarah.

Sekarang Sandra Wilde, antropolog Johannes Gutenberg University Mainz di Jerman, dan rekan mengekstrak DNA dari 63 kerangka yang sebelumnya ditemukan di situs modern Ukraina dan sekitarnya. Sekuen 3 gen pigmentasi dari 48 kerangka datang 6500 hingga 4000 tahun lalu.

Gen TYR yang terlibat dalam sintesis melanin, SLC45A2 yang membantu mengontrol distribusi pigmen yang memproduksi enzim dalam sel-sel kulit dan HERC2 yang menentukan iris mata berwarna coklat atau biru datang dalam berbagai varian yang menyebabkan nuansa kulit, rambut dan warna mata.

Data sekuen genom evolusi kulit dan rambut yang relatif lebih terang dengan frekuensi lebih tinggi mata biru dalam rentang waktu sejak nenek moyang meninggalkan Afrika menunjukkan bahwa Homo sapiens tidak banyak memiliki kecepatan waktu untuk berubah.

"Studi ini memberi bukti bahwa hilangnya regular diet vitamin D sebagai akibat transisi ke gaya hidup pertanian mungkin telah memicu evolusi kulit lebih putih," kata Nina Jablonski, antropolog Pennsylvania State University di University Park.

Adapun kecenderungan rambut putih dan mata lebih biru mungkin karena daya tarik seksual yang mendorong seleksi seksual. Tekanan seleksi seksual menjadi preferensi individu dengan penampilan yang tidak biasa ini telah dikonfirmasi pada hewan lain.
Direct evidence for positive selection of skin, hair, and eye pigmentation in Europeans during the last 5,000 y

Sandra Wilde1 et al.
  1. Institute of Anthropology, Johannes Gutenberg University Mainz, 55128 Mainz, Germany
Proceedings of the National Academy of Sciences, March 10, 2014

Akses : DOI:10.1073/pnas.1316513111

Gambar: Onetwo1/En.wikipedia
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment