Skip to main content

Uji Klinis Editing Gen CCR5 Resisten Virus HIV

www.LaporanPenelitian.com - Metode gen-editing mengatasi virus HIV dalam tes klinis pertama, enzim mengubah sel-sel kekebalan tubuh tanpa efek samping. Sebuah uji klinis menunjukkan teknik pengeditan gen aman dan efektif pada manusia.

Untuk pertama kalinya penggunaan enzim yang disebut called zinc-finger nucleases (ZFNs) yang bertarget dan menghancurkan gen dalam sel-sel kekebalan 12 orang pengindap HIV meningkatkan ketahanan terhadap virus. Check in pertama kali mengobati HIV tanpa menggunakan obat antivirus.

Produk yang diberi nama dengan SB-728-T tersebut resmi dipresentasikan saat Conference on Retroviruses and Opportunistic Infections di Boston. Dan melambungkan saham Sangamo BioSciences yang berbasis Richmond, California, di papan NASDAQ pada level tertinggi dalam sejarah mereka.

"Ini kemajuan besar pertama dalam terapi HIV sejak Timothy Brown bebas dari HIV," kata John Rossi, biolog molekuler Beckman Research Institute of the City of Hope National Medical Center di Duarte, California.

Pada tahun 2008, para peneliti melaporkan Brown mampu mengendalikan infeksi HIV setelah donor sumsum tulang sel-sel induk pembawa mutasi gen. Kebanyakan strain HIV menggunakan protein yang dikode CCR5 sebagai pintu gerbang ke dalam sel T dalam sistem kekebalan tubuh host.

Tapi perlakuan yang sama tidak layak bagi kebanyakan orang karena invasif dan tubuh cenderung menyerang sel donor. Jadi Carl June dan Pablo Tebas, immunolog University of Pennsylvania di Philadelphia, berusaha CCR5 bermutasi menggunakan editing gen yang ditargetkan.

Tim June dan Tebas mengambil darah 12 orang dengan HIV yang sudah memakai obat antiretroviral. Setelah kultur sel-sel darah, tim menggunakan ZFN untuk menargetkan gen CCR5 dalam sel-sel. Terapi berhasil mengganggu gen pada level 25% dari sel kultur, kemudian ditransfusikan.

Enam dari 12 peserta berhenti terapi antiretroviral. Tingkat HIV rebound lebih lambat dari biasanya dan tingkat sel-T tetap tinggi selama berminggu-minggu. Kehadiran HIV mendorong sel-sel kekebalan yang dimodifikasi, virus tidak dapat menginfeksi dan menghancurkan sel-sel yang sudah diubah.

Tebas mengatakan tujuan utama tim adalah menyapih beberapa orang dari obat antiretroviral. Salah satu peserta uji tidak ditemukan virus kembali selama 12 minggu. Ketika tim memeriksa genom ditemukan satu salinan mutasi CCR5, lebih dari setengah sel T dalam tubuh resisten terhadap HIV.

"Alam telah melakukan setengah dari pekerjaan," kata Tebas.


Gene Editing of CCR5 in Autologous CD4 T Cells of Persons Infected with HIV

Pablo Tebas1 et al.
  1. Perelman School of Medicine, University of Pennsylvania, Philadelphia
The New England Journal of Medicine, March 12, 2014

Akses : DOI:10.1056/NEJMoa1300662

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…