Monday, March 10, 2014

Syariah Seksual Monyet Laba-Laba Yucatan

LaporanPenelitian.com - Masyarakat Monyet Laba-Laba Yucatan dipisahkan seksual. Monyet dunia baru Ateles geoffroyi yucatanensis hidup dalam syariah seksual karena laki-laki menyerang perempuan jika mereka menghabiskan terlalu banyak waktu bersama-sama.

Spesies primata non-manusia pertama yang diketahui secara sistematis terpisah sepanjang garis demarkasi gender. Monyet Laba-Laba Yucatan (Ateles geoffroyi yucatanensis) hidup dalam kelompok beberapa lusin anggota dan hukum syariah menyekat masyarakat berdasarkan seksual.

Kayla Hartwell, primatolog University of Calgary di Kanada, dan rekan menghabiskan hampir 2 tahun menyelidiki sekelompok 34 monyet di hutan hujan Belize. Mereka melacak gerakan monyet bahwa pria dan wanita hidup terpisah selama 15 hingga 23 bulan.

"Segresi seksual spider monkey timbul dari perbedaan perilaku antara laki-laki dan perempuan. Pria dan wanita berevolusi menjadi begitu berbeda sehingga menghabiskan waktu bersama-sama dalam waktu lama menjadi bermusuhan," kata Hartwell.

Pria ramah satu sama lain, menghabiskan berjam-jam saling bergunjing dan jatuh bercengkerama. Tapi mereka agresif terhadap perempuan dan berusaha untuk mendominasi. Laki-laki mengeluarkan banyak energi berpatroli wilayah dan mengontrol laki-laki pesaing.

Untuk menjaga stamina, laki-laki makan lebih banyak buah matang daripada perempuan. Para wanita kebanyakan makan daun kurang bergizi dan perjalanan jauh jarang dilakukan, menghabiskan sebagian besar waktu untuk merawat bayi mereka.
Kayla S. Hartwell (Department of Anthropology, University of Calgary, Calgary, Alberta, Canada, T2N1N4) et al. Assessing the Occurrence of Sexual Segregation in Spider Monkeys (Ateles geoffroyi yucatanensis), Its Mechanisms and Function. International Journal of Primatology, January 2014, DOI:10.1007/s10764-013-9746-0
Gambar: © Bernard DUPONT via EOL
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment