Friday, March 7, 2014

Torvosaurus gurneyi Dinosaurus Top Predator Eropa

www.LaporanPenelitian.com - Dinosaurus mematikan juga menjelajahi Eropa. Panjang 10 meter, berat 5 ton dan bipedal, Torvosaurus gurneyi momok domain Jurassic. Tengkorak 1,2 meter, rahang kuat berlapis gigi pisau 10 sentimeter membual lapar kepada siapapun.

Torvosaurus gurneyi adalah karnivora brutal Tyrannosaurus rex versi Eropa. Satu-satunya dino pemakan daging terestrial Eropa, salah satu monster kadal karnivora darat terbesar regim dinosaurus, predator aktif yang berburu dinosaurus besar lainnya.

"Torvosaurus gurneyi adalah super-predator yang mangsa dinosaurus herbivora besar," kata Octávio Mateus, paleontolog Universidade Nova de Lisboa di Caparica, Portugal.

Ada Allosaurus sebagai predator Jurassic di Amerika Utara, tetapi Torvosaurus lebih besar. Tyrannosaurus di Amerika Utara, Carcharodontosaurus dan Spinosaurus di Afrika Utara serta Giganotosaurus di Argentina lebih besar, tetapi muncul di Bumi lebih lambat dari Torvosaurus selama Cretaceous sampai Jurassic.

"Torvosaurus sudah memfosil 80 juta tahun sebelum T. rex berjalan di Bumi," kata Mateus.

Selama Jurassic 200-145 juta tahun lalu dinosaurus karnivora umumnya berukuran menengah dengan panjang rata-rata 2-5 meter. Pada saat itu T. gurneyi berkeliaran di lanskap delta sungai yang subur dengan air segar dan melimpah vegetasi.

Dunia berkerumun theropoda, reptil terbang Pterosaurus, burung primitif, buaya, kura-kura dan mamalia seukuran tikus. Dinosaurus pemakan tumbuhan berukuran besar dan berleher panjang Lusotitan, yang lapis baja seperti Dracopelta dan ekor runcing Miragaia.

Fragmen Torvosaurus gurneyi digali di Portugal oleh pemburu fosil amatir pada tahun 2003 di tebing batu Lourinhu, sebuah kota kecil 72 kilometer utara Lisbon. Anggota genus Torvosaurus yang lain adalah Torvosaurus tanneri yang digali di Colorado, Utah dan Wyoming pada tahun 1979.
Torvosaurus gurneyi n. sp., the Largest Terrestrial Predator from Europe, and a Proposed Terminology of the Maxilla Anatomy in Nonavian Theropods

Christophe Hendrickx1,2, Octávio Mateus1,2
  1. Departamento de Ciências da Terra, Faculdade de Ciências e Tecnologia, Universidade Nova de Lisboa, Caparica, Portugal
  2. Museu da Lourinhã, Lourinhã, Portugal
PLoS ONE, March 5, 2014

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0088905

Gambar 1: Sergey Krasovskiy
Gambar 2: C. Hendrickx dan O. Mateus, DOI:10.1371/journal.pone.0088905
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment