Tuesday, March 4, 2014

Hujan Hiatus 200 Tahun Takdir Peradaban Lembah Indus

www.LaporanPenelitian.com - Perubahan iklim mengakhiri peradaban besar pertama di dunia. Mega-city pertama di dunia runtuh karena episode perubahan, laporan baru melengkapi dan/atau mengkoreksi teori kekerasan dan penyakit penyebab runtuhnya peradaban Lembah Indus.

Kekeringan 200 tahun memukul takdir peradaban Lembah Indus, hiatus musim yang dimulai 4.200 tahun lalu sejajar musim kering yang menyebabkan peradaban tinggi runtuh di daerah lain. Bukti pendukung teori iklim selain penyakit dan kekerasan yang menghapus Harappa dan Mohenjo Daro, kota-kota metropolitan pertama di dunia.

Peradaban Jaman Perunggu di Mesir, Yunani dan Mesopotamia dikaitkan dengan kekeringan jangka panjang yang dimulai sekitar tahun 2000 SM. Sekarang klimatolog mengusulkan nasib yang sama mengiringi misteri reruntuhan Peradaban Lembah Indus di sekitar waktu yang sama.

Kota-kota perlahan-lahan kehilangan kohesi dan secara bertahap ditinggalkan. Yama Dixit, klimatolog di University of Cambridge di Inggris, dan rekan memeriksa sedimen dari Kotla Dahar, sebuah danau kuno di tepi timur laut Lembah Indus di Haryana, India.

Dating radiokarbon dalam berbagai lapisan bersama siput danau Melanoides tuberculata yang tersusun dari form kalsium karbonat (CaCO3) atau aragonit. Tim ini juga melihat oksigen dalam molekul argonite, menghitung rasio langka isotop oksigen-18 dan oksigen-16.

Lembah Indus yang sekarang Pakistan dan India barat laut adalah rumah urban dengan kota-kota terencana dan sistem sanitasi maju. Isotop sedimen danau kuno menyarankan curah hujan menurun drastis bahwa musim hujan berhenti selama 200 tahun.
Abrupt weakening of the summer monsoon in northwest India ∼4100 yr ago

Yama Dixit1 et al.
  1. Godwin Laboratory for Palaeoclimate Research, Department of Earth Sciences, University of Cambridge, Cambridge CB2 3EQ, UK
Geology, February 24, 2014

Akses : DOI:10.1130/G35236.1
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment