Skip to main content

Robot Rayap Membangun Sarang Tanpa Perintah

LaporanPenelitian.com - Rayap membuat gundukan ratusan kali ukuran sendiri secara independen tanpa komunikasi atau pemimpin. Para ilmuwan membangun robot yang terinspirasi rayap membangun istana, kawanan robot bekerja tanpa pengawasan atau rencana terpusat.

Para ilmuwan menciptakan robot hanya menggunakan beberapa aturan sederhana dan isyarat lingkungan untuk membangun struktur benteng dan piramida. Setiap perjalanan sepanjang grid dengan bergerak memanjat, mengangkat serta meletakkan batu bata.

Sensor mendeteksi robot lain dan batu bata yang ada, bereaksi terhadap rangsangan sesuai aturan sederhana seperti ketika meletakkan atau memanjat lebih tinggi. Template setiap struktur 3D diterjemahkan ke dalam serangkaian aturan tertentu dan dikombinasikan dengan etika perilaku.

"Jika Anda ingin membangun di bawah air, jika Anda ingin membangun basis di Planet Mars yang sangat sulit, berbahaya dan mahal untuk mengirim orang. Robot bisa membangun habitat pertama, itulah visi benar," kata Justin Werfel, insinyur Harvard University.




Justin Werfel (Wyss Institute for Biologically Inspired Engineering, Harvard University, Cambridge, MA 02138, USA) et al. Designing Collective Behavior in a Termite-Inspired Robot Construction Team. Science, 14 February 2014: Vol.343 no.6172 pp.754-758, DOI:10.1126/science.1245842
Gambar: Eliza Grinnell/Harvard School of Engineering and Applied Sciences
Video: Justin Werfel et al., DOI:10.1126/science.1245842

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…