Tuesday, February 11, 2014

Angin Kencang Pasifik Hiatus Kenaikan Suhu Global

Laporan Penelitian - Angin kencang mungkin rem pemanasan global, hembusan di atas Pasifik mungkin mendorong panas ke bawah air sejak tahun 2001. Bauran angin luar biasa kuat mendesing di atas Pasifik dapat menjelaskan suhu dingin laut dan hiatus kenaikan suhu global.

Samudera pasifik menjaga Bumi tetap dingin, suhu rata-rata kurang stabil sejak tahun 2001, meskipun tren naik kadar karbon dioksida atmosfer dan gas rumah kaca lainnya telah membingungkan sebagian besar klimatolog.

Para ilmuwan tidak yakin apa yang menyebabkan kekuatan angin dan mereka tidak mendustakan bahwa angin akan kembali normal dan pemanasan global terus berlanjut. Menggunakan kombinasi simulasi iklim dan data cuaca, laporan baru menemukan 2 dekade terakhir angin Pasifik mendorong air hangat ke dalam.

Panas yang hilang untuk sementara diaduk ke dalam perairan yang relatif dangkal di Pasifik barat oleh bauran angin yang lebih kuat dari normal. Simulasi iklim menunjukkan iklim Bumi tercekik sekitar 0,1oC sampai 0,2oC yang telah terjadi sampai tahun 2012 jika angin tetap rendah.

Data obeservasi dan simulasi melihat angin abnormal oleh variasi alami dalam siklus iklim jangka panjang yang disebut Interdecadal Pacific Oscillation yang mengakumulasi panas di bagian barat Samudera Pasifik. Mungkin pada akhir dekade ini hembusan angin kembali normal dan pemanasan global datang semakin cepat.
Matthew H. England (ARC Centre of Excellence for Climate System Science, University of New South Wales New South Wales 2052 Australia; Climate Change Research Centre, University of New South Wales New South Wales 2052 Australia) et al. Recent intensification of wind-driven circulation in the Pacific and the ongoing warming hiatus. Nature Climate Change, 09 February 2014, DOI:10.1038/nclimate2106
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment