Langsung ke konten utama

Virus Bateriofag Membunuh Bakteri Bacillus anthracis

Laporan Penelitian - Bakteriofag tewaskan Anthrax, novel terbaru. Tsamsa fag, virus raksasa yang diisolasi dari zebra mati karena anthrax di Etosha National Park, Namibia, membuka cara-cara baru deteksi, mengobati atau dekontaminasi Bacillus anthracis dan kerabat penyebab keracunan makanan.

Bakteri Anthrax (Bacillus anthracis), form spora dapat bertahan lama hidup di tanah. Zebra terinfeksi ketika menghirup spora sementara merumput, bakteri berkembang biak dan ketika hewan mati, Bakteri Anthrax membentuk spora kembali ke tanah sebagai bangkai terurai.

Pagar makan tanaman dan tetangga makan pakar. Sementara Bakteri Anthrax menyerang dan membunuh hewan host, bakteriofag yang dijuluki 'pemakan bakteri' adalah virus yang menyerang dan membunuh bakteri host.

Tsamsa fag adalah siphovirus raksasa milik Caudovirales. Memiliki massa raksasa, kepala isometrik diameter 82 nm, ekor panjang, fleksibel dan non-kontraktil 440 nm dan sekuen genom besar.

"Hal pertama bahwa virus ini adalah predator rakus yang memangsa Bakteri Anthrax," kata Holly Ganz dari University of California Berkeley.

Tsamsa tidak hanya menginfeksi Bacillus anthracis tetapi juga beberapa bakteri yang terkait erat termasuk strain Bacillus cereus yang dapat menyebabkan keracunan makanan. Sekuensing genom Tsamsa memungkinkan identifikasi gen potensi agen antibiotik atau desinfektan.

"Dengan keprihatinan resistensi antibiotik dan super, orang datang kembali untuk melihat fag," kata Ganz.
Novel Giant Siphovirus from Bacillus anthracis Features Unusual Genome Characteristics

Holly H. Ganz1 et al.
  1. University of California, Berkeley, Department of Environmental Science, Policy & Management, Berkeley, California, United States of America
PLoS ONE, January 27, 2014

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0085972

Gambar: Holly H. Ganz et al., DOI:10.1371/journal.pone.0085972.g001

Komentar

Popular

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…