Thursday, February 6, 2014

Phasmatonycteris phiomensis dan Phasmatonycteris butleri

LaporanPenelitian.com - Fosil 2 spesies kelelawar kaki penghisap di Sahara. Paleontolog mendeskripsi genus punah dengan 2 spesies keluarga Myzopodidae dari beberapa tulang rahang dan gigi yang digali di gurun Sahara Mesir utara.

Hari ini, Myzopodidae hanya tersisa 2 spesies yaitu Kelelawar Kaki Penghisap Madagaskar (Myzopoda aurita) dan Kelelawar Kaki Penghisap Barat (Myzopoda schliemanni). Tapi berbeda dengan hampir semua kelelawar lainnya, kelelawar baru tidak melekat terbalik ke langit-langit gua.

Kelelawar Kaki Penghisap bertengger ke atas, sering di daun sawit tergulung. Untuk menempel di permukaan halus, kelelawar mengevolusi pergelangan tangan dan kaki. Para biolog menduga bantalan hisap untuk menempel, tetapi laporan terbaru tidak mengandalkan adhesi basah seperti katak pohon.

"Kami berasumsikan sejak lama bahwa mereka keturunan kuno didasarkan pada sekuen DNA. Afrika Utara lebih tropis dan rumah berbagai mamalia, termasuk primata dan anggota awal keluarga gajah," kata Nancy Simmons, biolog American Museum of Natural History di New York.

Kedua spesies baru berdating 30-37 juta tahun bernama Phasmatonycteris phiomensis dan Phasmatonycteris butleri. Kehadiran Kelelawar Kaki Pengisap di Afrika saat itu mendukung teori keluarga ini salah satu anggota Noctilionoidea paling primitif, superfamili kelelawar yang kini mendominasi Amerika Selatan.

"Habitat mungkin cukup berhutan dan ada kemungkinan proto Sungai Nil. Gigi menyiratkan kerabat kelelawar kuno pemangsa serangga. Tidak mungkin mengetahui dari fosil jika spesies punah mengevolusi karakteristik kaki, tetapi gigi menjelaskan aspek ini," kata Gregg Gunnell, primatolog Duke University Lemur Center.

"Kami berpikir superfamili berasal dari Afrika dan bergerak ke arah timur ketika Gondwana terpisah. Kelelawar ini bermigrasi ke Australia, kemudian benar-benar pergi melalui Antartika dan sampai ke Amerika Selatan menggunakan koridor es yang menghubungkan tiga benua sampai 26 juta tahun lalu," kata Gunnell.
New Myzopodidae (Chiroptera) from the Late Paleogene of Egypt: Emended Family Diagnosis and Biogeographic Origins of Noctilionoidea

Gregg F. Gunnell1 et al.
  1. Division of Fossil Primates, Duke University Lemur Center, Durham, North Carolina, United States of America
PLoS ONE, February 4, 2014

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0086712
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment