Friday, February 28, 2014

Rahang Spesies Homo georgicus di Situs Dmanisi

LaporanPenelitian.com - Nenek moyang manusia di situs Asia Barat dianggap 2 spesies, analisis kontroversial fosil dan tanah menyimpulkan situs di Asia Barat kunci 2 spesies Homo, satu hidup sekitar 1,8 juta tahun lalu dan satunya lagi beberapa ratus ribu tahun kemudian.

Sebuah tim mengusulkan leluhur manusia Eropa awal ketiga berdasarkan tengkorak di situs Dmanisi, Republik Georgia. Tengkorak D4500 menunjuk struktur rahang unik yang belum pernah terlihat sebelumnya dalam nenek moyang manusia awal di Eropa atau Afrika.

Mandibula berbeda dalam ukuran dan bentuk dari semua rahang lain yang ditemukan di situs yang sama. Tim membuat perbandingan teliti anatomi dan fisiologi rahang D4500, spesies manusia dan leluhur manusia dari Afrika dan Eropa yang melibatkan Denisovan dan Neanderthal.


Tim mengeliminasi penyakit sebagai penyebab membesarnya ukuran rahang. Perbedaan dalam ukuran karena seks juga dinegasikan. Perbedaan dalam diet dan anatomi gigi karena diet dihilangkan sebagai penyebab besarnya ukuran rahang pada D4500.

Dating tengkorak antara 1,77 hingga 1,81 juta tahun lalu, waktu mendahului entri Afrika ke Eropa dan mendahului eksistensi Neanderthal. Para peneliti mengusulkan tengkorak ini merupakan Homo georgicus, spesies baru novel nenek moyang manusia awal.
On the Variability of the Dmanisi Mandibles

José María Bermúdez de Castro1 et al.
  1. Dental Anthropology Group, National Research Center on Human Evolution (CENIEH), Burgos, Spain
PLoS ONE, February 20, 2014

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0088212

Gambar: José María Bermúdez de Castro et al., DOI:10.1371/journal.pone.0088212
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment