Skip to main content

Pantat Ayam Menimbang Dinosaurus Berjalan

www.LaporanPenelitian.com - Pantat tertimbang memberi ayam penopang dinosaurus berjalan, hanya beberapa detik video untuk mengulang momen besar kedinosaurusan. Sebuah entri baru kejayaan monster yang ditunjukkan ekor ayam ketika berjalan.

Bruno Grossi, ekolog Universidad de Chile, dan rekan mencoba lebih lanjut bagaimana dinosaurus berjalan. Sementara salah satu kerabat modern dinosaurus yaitu buaya berjalan dengan 4 kaki, burung sebagai keturunan berbulu Tyrannosaurus rex berjalan bipedal ketika mendominasi seluruh lanskap Mesozoikum.

Tapi ada perbedaan besar kebanyakan burung modern dan dinosaurus yaitu ekor. Burung tidak berjalan seperti buaya atau mamalia. Rekan mamalia menggerakkan kaki dari pinggul dan tulang paha vertikal. Tapi burung dikonfigurasi sangat berbeda.

Menentukan massa ekor adalah masalah rumit. Para ilmuwan tidak yakin berapa berat ekor rata-rata dinosurus theropoda. Dengan melihat berbagai rekonstruksi dan pengukuran paleontolog yang berbeda, Grossi datang dengan perkiraan konservatif yaitu 15 persen berat badan.

Ekor prostetik ayam tidak dapat memberitahu kita apa yang terjadi dalam evolusi untuk mengubah langkah dinosaurus. Tapi para ilmuwan dapat membuat kembali beberapa perubahan biomekanik yang mungkin telah terjadi, perubahan pusat gravitasi ekor dan mengubah kiprah berjalan.




Walking Like Dinosaurs: Chickens with Artificial Tails Provide Clues about Non-Avian Theropod Locomotion

Bruno Grossi1,2 et al.
  1. Institute of Ecology and Biodiversity, Facultad de Ciencias, Universidad de Chile, Santiago, Chile
  2. Departamento de Ciencias Ecológicas, Facultad de Ciencias, Universidad de Chile, Santiago, Chile
PLoS ONE, February 5, 2014

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0088458

Gambar dan video: Bruno Grossi et al., DOI:10.1371/journal.pone.0088458

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…