Thursday, January 23, 2014

Lumba-Lumba Sungai Inia araguaiaensis di Amazon

www.LaporanPenelitian.com - Di basin Amazon Brasil tengah, legenda lokal diklaim bernasib buruk jika membunuh lumba-lumba, tapi ada alasan lain untuk melindungi makhluk air tawar. Bukan 2 dalam baskom, sebenarnya ada 3 spesies dengan Inia araguaiaensis yang baru.

Lumba-lumba sungai Amazon berwarna merah muda atau abu-abu serta memiliki paruh lebih panjang dari lumba-lumba laut berada di bawah tekanan. Meskipun tabu membunuhnya, di beberapa daerah nelayan memotong mereka untuk umpan menangkap Ikan Lele. Menyedihkan!

Bendungan hidroelektrik memfragmentasi habitat dan penangkapan habitat yang berlebihan menguras pasokan makanan. Sensus tidak lengkap sehingga status konservasi tidak diketahui, tetapi jumlah mereka jauh lebih kecil dibanding spesies laut umum lumba-lumba.

Tomas Hrbek, biolog Federal University of Amazonas di Manaus, Brazil, dan rekan mengambil DNA lumba-lumba di sungai Araguaia dan Tocantins. Tim menemukan perbedaan dari semua spesies lain di Brasil. Hanya 24 gigi per rahang.


Analisis gen menunjukkan Inia araguaiaensis terbentuk 2,08 juta tahun lalu ketika cekungan Araguaia-Tocantins terputus dari seluruh sistem sungai Amazon oleh jeram dan air terjun besar. Lumba-lumba sungai perenang lambat yang jarang melompat sehingga terisolasi dari leluhur mereka.

Hrbek berpikir munculnya jeram mengambil peran penting bagi evolusi lumba-lumba sungai. Inia boliviensis di Sungai Madeira muncul 2,87 juta tahun lalu ketika jeram Teotonio terbentuk, sedangkan jeram Casiquiare di sungai Orinoco memunculkan sub-spesies Inia geoffrensis humboldtiana.

Namun, Hrbek mengatakan pembangunan bendungan di sungai Araguaia dan Tocantins dapat menghapusnya. Masa depannya sangat suram yang bisa segera mengikuti jejak Baiji ikon China, Lipotes vexillifer, yang dinyatakan punah pada tahun 2007.
A New Species of River Dolphin from Brazil or: How Little Do We Know Our Biodiversity

Tomas Hrbek1 et al.
  1. Laboratory of Evolution and Animal Genetics (LEGAL), Department of Biology, Institute of Biological Sciences, Federal University of Amazonas (UFAM), Manaus, AM, Brazil
PLoS ONE, January 22, 2014

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0083623
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment