Tuesday, January 21, 2014

Genom Pedas Cabai Merah Besar Capsicum annuum

LaporanPenelitian.com - Genetika tanaman yang membuat di dunia, Cabai Merah Besar (Capsicum annuum), salah satu rempah-rempah paling banyak tumbuh secara global, memainkan peran penting dalam banyak obat-obatan, kosmetik dan makanan di seluruh dunia.

Kimia capsaicin adalah segalanya, tapi sampai hari ini sengatan genetik yang bertanggung jawab untuk kepedasan cabai tak diketahui. Tim di Korea baru saja menyelesaikan referensi genom berkualitas tinggi pertama untuk Cabai Merah Besar (Capsicum annuum).

Membandingkan genom lada dengan sepupu jinaknya yaitu tomat, tim dipimpin Doil Choi, genetikawan Seoul National University, menemukan gen bertanggung jawab untuk produksi capsaicin. Pada tomat dilakukan 4 salinan gen non-fungsi, tapi cabai membawa 7 eksemplar non-fungsi dan 1 salinan berfungsi.

Gen capsaicin muncul setelah 5 mutasi selama replikasi DNA dengan mutasi akhir membuat salinan fungsional. Materi kimia membakar mulut secara evolusioner melindungi biji mutan dari mangsa hewan jutaan tahun lalu. Reproduksi mutan dan membantu penyebaran gen.

Choi mengatakan temuan dapat membantu petani meningkatkan ledakan pedas, nutrisi dan farmasi. Bahkan dapat mengaktifkan salah satu gen dorman dalam tomat yang memungkinkan produksi capsaicinoid dan menciptakan tanaman siap pakai untuk salsa.
Genome sequence of the hot pepper provides insights into the evolution of pungency in Capsicum species

Seungill Kim1 et al.
  1. Department of Plant Science, Seoul National University, Seoul, Korea
Nature Genetics, 19 January 2014

Akses : DOI:10.1038/ng.2877

Gambar: Eric Hunt via Wikimedia Commons
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment