Tuesday, January 21, 2014

Wahana Ruang Rosetta Miscall ke Bumi

Laporan Penelitian - Wahana ruang Rosetta miscall ke Bumi setelah 31 bulan tidur nyenyak. Pesawat ruang angkasa Rosetta berhasil kirim sinyal ke Bumi dan sekarang ESA dapat mempersiapkan rendezvous di komet 67P/Churyumov-Gerasimenko pada Agustus 2014.

Diroketkan tahun 2004 dengan masa hibernasi selama 957 hari ketika menempuh perjalanan 6,2 miliar kilometer, wahana Rosetta checks in hari Senin lalu. Tahap akhir dan paling dramatis dari pengembaraan 10 tahun Eropa memburu komet ketika alarm internal membangunkan dari tidur pukul 10.00 GMT.

Misi miliar dolar untuk menyelidiki asal-usul kehidupan di Bumi. Jika berlangsung seperti yang direncanakan, probe robot Philae mendarat di komet pada bulan November 2014. Misi upaya pertama untuk menempatkan pesawat ruang angkasa di orbit sekitar core komet dan mendaratkan probe di permukaan.

Beberapa jam menegangkan bagi para ilmuwan dan pengendali di European Space Operations Centre, Darmstadt, bahwa di panel pesawat ruang angkasa memanaskan sistem, menyondong array surya ke arah Matahari dan antena komunikasi menuju Bumi. Pukul 17.30 GMT, tim akhirnya mendapat pesan yang mengatakan semuanya baik-baik saja.

"Semuanya siap. Semua menari setelah Rossetta tidur panjang," kata Gerhard Schwehm, manajer proyek Rosetta di European Space Agency (ESA).

Satelit harus melakukan yang belum pernah dilakukan wahana manapun sebelumnya yaitu mengejar ketinggalan dengan komet karena kecepatan ke arah Matahari dan masuk ke orbit di sekitarnya, mengambil pengukuran apapun dari sinar dan angin Matahari hingga sidik jari materi ekor komet.

Rosetta akan menumpang komet 67P/Churyumov-Gerasimenko lebih dari 18 bulan ketika perihelion Matahari. Pengumpulan data dimulai bulan Mei nanti menyusul manuver untuk menyinkronkan orbit Rosetta dengan komet.

Jadi sebelum Mei semua instrumen harus on mulai kamera, spektrometer pada berbagai panjang gelombang, spektrometer massa, analisis kimia dan instrumen perekam suara. Angin Matahari meniup gas dari permukaan dan sinar ultraviolet mengionisasi sehingga meninggalkan jejak plasma.

"Kita mengumpulkan sejarah lingkungan evolusi 67P. Plasma sebuah komet benar-benar berbeda dengan planet," kata Chris Carr dari Rosetta Plasma Consortium di Imperial College London.

Bagian paling sulit ketika Rosetta menpendaratkan Philae ke permukaan komet yang tidak menyediakan cukup gravitasi. Setelah mendarat, senapan harpun menancap ke komet terus menerus, mengambil sampel material beberapa sentimeter di bawah permukaan.

Bumi memiliki lebih banyak air dan satu teori bahwa di awal hidupnya komet menghujani permukaan dengan air. Philae memiliki kemampuan untuk mengukur jumlah relatif hidrogen dan isotop deuterium dalam air di komet. Jika rasio isotop mirip dengan air di Bumi, mendukung hipotesis komet mengirim air ke planet.






Video: ESA-C. Carreau
Gambar: ESA-C. Carreau/ATG medialab
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment