Saturday, January 18, 2014

Tiktaalik roseae Spesies Peralihan Air ke Darat

LaporanPenelitian.com - Fosil ikan meredefinisi asal-usul berjalan. Fosil yang digali di utara Kanada tampak sebagian ikan dan sebagian makhluk darat ketika para pendahulu berjalan. Tiktaalik roseae hidup 375 juta tahun lalu spesies peralihan paling definitif antara ikan dan hewan darat.

Sementara diklasifikasi sebagai ikan, Tiktaalik roseae tampak seperti persilangan ikan dan buaya. Panjang 3 meter dan mungkin menghabiskan sehari-hari berburu di air tawar dangkal. Insang, sisik dan sirip, tapi juga memiliki fitur leher mobile, tulang rusuk kuat dan paru-paru primitif.

"Tiktaalik kombinasi fitur-fitur primitif dan modern," kata Edward Daeschler, kurator Vertebrate Zoology di Academy of Natural Sciences of Drexel University.


Forefins besar dengan bahu, siku dan pergelangan tangan parsial mendukung pijakan diri sendiri di tanah. Kehadiran fitur ekstremitas muncul teori baru bahwa pelengkap belakang mobile berevolusi hanya setelah spesies dialihkan untuk hidup di darat.

"Teori sebelumnya mengusulkan pergeseran terjadi dari 'front- wheel drive', gerak pada ikan lebih dari 'four-wheel drive' pada tetrapoda," kata Neil Shubin, biolog University of Chicago.

Beberapa ikan modern dapat berjalan. Di Afrika Protopterus annectens sering terlihat merayap, tetapi di akuarium, anggota badan mereka yang kecil terlihat jelas berjalan-jalan. Kemungkinan Tiktaalik melakukan hal yang sama dan kerabat kemudian benar-benar berjalan keluar dari air ke darat.

"Terlepas dari kiprah Tiktaalik jelas bahwa penekanan pada pelengkap belakang dan penggerak panggul sebagai tren yang dimulai pada ikan dan kemudian menjadi leluhur tetrapoda," kata Shubin.
Pelvic girdle and fin of Tiktaalik roseae

Neil H. Shubin1 et al.
  1. Department of Organismal Biology and Anatomy, The University of Chicago, Chicago, IL 60637
Proceedings of the National Academy of Sciences, January 13, 2014

Akses : DOI:10.1073/pnas.1322559111

Gambar: Tyler Keillor/Beth Rooney (atas), Shubin NH (bawah)
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment