Skip to main content

Formasi V Migrasi Burung Ibis Geronticus eremita

Penelitian - Ketika Anda mengamati langit, migrasi burung terbang dalam formasi V, tetapi para ilmuwan telah lama berdebat. Laporan baru menemukan Burung Ibis (Geronticus eremita) berhati-hati dengan posisi ujung sayap dan sinkronisasi kepakkan, updraft penghemat energi selama penerbangan.

Ada 2 alasan burung terbang dalam formasi V, mungkin membuat penerbangan lebih mudah atau mereka hanya mengikuti pemimpin. Skuadron pesawat dapat menghemat bahan bakar dengan terbang dalam formasi V dan banyak ilmuwan menduga burung melakukan hal yang sama.

"Udara mendapat dorongan di belakang kepakan sayap," kata James Usherwood, biomekanikawan lokomotor University of London di Hatfield.

Para ilmuwan menggunakan pesawat microlight untuk mengikuti rute migrasi tradisi leluhur Burung Ibis (Geronticus eremita) dari Austria ke Italia. Perangkat GPS menentukan posisi burung setiap 30 cm dan accelerometer menunjukkan waktu kepakan sayap.

Burung peduli sinkronisasi, menyusun satu sama lain, memposisikan diri terbang tepat di belakang dan sisi burung di depan. Sayap menangkap pusaran, ketika seekor burung terbang tepat di belakang yang lain, waktu kepakan dibalik sehingga meminimalkan efek downdraft yang datang dari belakang tubuh.

"Kami tidak berpikir hal ini. Mungkin formasi V burung besar cukup seperti pesawat terbang dengan sayap naik dan turun," kata Usherwood.

Temuan mungkin berlaku bagi burung bersayap panjang lainnya seperti pelikan, bangau dan angsa. Burung kecil membuat jaluran gelombang lebih kompleks yang membuat penyusunan angin terlalu sulit. Penelitian sebelumnya menghitung burung menggunakan 20-30% lebih sedikit energi saat berada dalam formasi V.




Steven J. Portugal (Structure & Motion Laboratory, the Royal Veterinary College, University of London, Hatfield, Hertfordshire AL9 7TA, UK) et al. Upwash exploitation and downwash avoidance by flap phasing in ibis formation flight. Nature, 15 January 2014, DOI:10.1038/nature12939
Gambar: Markus Unsöld; Video: Nature

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…