Friday, January 10, 2014

Topology dan Dark Energy Test Gravitasi Voids

Penelitian - Kekosongan kosmik sidik jari eksistensi energi gelap, hamparan luas ketiadaan di lubang raksasa alam semesta mungkin bisa membawa kita ke sebuah teori baru gravitasi, salah satu konstanta yang dapat memberi petunjuk sifat energi gelap.

Sebut saja suatu kekuatan misterius yang mendorong alam semesta mekar. Datanglah hipotesis energi gelap, materi yang dibayangkan menjelaskan teka-teki penyebab bahwa perluasan alam semesta mengalami percepatan seiring waktu.

Model populer menyatakan ruang-waktu melekat energi gelap di setiap volume tertentu disebut voids dan tidak berubah dari waktu ke waktu yaitu konstanta kosmologi. Tetapi tidak ada alasan mengapa energi gelap harus seperti itu. Beberapa fisikawan frustasi dan mencoba teori alternatif.

"Ketika kita mengatakan energi gelap, kebanyakan orang menggunakannya sebagai label umum untuk apa pun yang kita perlu agar sesuatu terjadi tetap," kata Martin Sahlen, astrofisikawan University of Oxford.

Sahlen dan rekan mengusulkan bidang baru yang ditambahkan ke sebuah konstanta kosmologi untuk mengubah kepadatan energi gelap tergantung pada kerapatan lokal materi biasa. Jadi, energi gelap berperilaku berbeda pada waktu yang berbeda.

Di alam semesta awal, kepadatan materi adalah tinggi dan energi gelap memiliki efek sangat minimal. Tapi alam semesta mengembang dan menjadi kurang padat, efek energi gelap menjadi lebih menonjol yang menyebabkan ekspansi semakin cepat seperti yang selama ini diobservasi.

Selain menyelidiki sifat energi gelap, model bisa menempatkan gravitasi pada papan skala. Dalam Teori Relativitas Umum Einstein, partikel yang membawa gaya yaitu graviton harus tak bermassa. Gagasan Sahlen memberi massa graviton kecil.
Topology and Dark Energy: Testing Gravity in Voids

Douglas Spolyar1 et al.
  1. Institut d’Astrophysique de Paris, 98 bis boulevard Arago, 75014 Paris, France
arXiv (last revised 16 Dec 2013)

Akses : arXiv:1304.5239

Gambar: NASA/WMAP Science Team
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment